LinkAja Implementasikan QRIS Via Digitalisasi Pasar Tradisional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cashbac dan LinkAja Umumkan Kerja Sama, Berikan Keuntungan Dobel Bagi Pelanggan.

    Cashbac dan LinkAja Umumkan Kerja Sama, Berikan Keuntungan Dobel Bagi Pelanggan.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja terus berupaya secara progresif mengganti semua standar kode respons cepat (QR code) seluruh pedagang (merchant) menjadi Quick Response Indonesia Standard (QRIS), salah satunya melalui digitalisasi pasar tradisional.

    "Digitalisasi pasar merupakan upaya kami dalam memperkenalkan inovasi pembayaran nontunai pada seluruh ekosistem merchant," ujar CEO LinkAja Danu Wicaksana dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Menurut Danu, saat ini Linkaja mengimplementasikan QRIS di sekitar 100 ribu pedagang di seluruh Indonesia dengan target pada akhir tahun ini seluruh merchant LinkAja di seluruh Indonesia telah mengadopsi metode ini.

    Demi mendukung kelancaran adopsi QRIS, LinkAja telah menerapkan QRIS pada ekosistem pembayaran Pasar Tradisional Mayestik, Jakarta Selatan.

    Terdapat ratusan merchant yang telah menggunakan QRIS hingga saat ini, dan kemudahan transaksi elektronik ini memungkinkan para penjual yang menyediakan layanan pembayaran dengan kode QR untuk memiliki satu QR saja, yang bisa digunakan untuk lebih dari satu operator pembayaran.

    "Kehadiran QRIS di Pasar Mayestik tentunya memberikan keuntungan kompetitif kepada para pedagang karena dapat memberikan kemudahan transaksi yang dirasakan langsung oleh pihak penjual dan pembeli," kata Danu.

    Percepatan implementasi ini dilakukan oleh LinkAja mengingat masih banyaknya tantangan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai dewasa ini.

    Dahulu, setiap operator pembayaran harus menyediakan kode QR-nya masing-masing agar konsumen dapat memindai sesuai dengan operator yang dimiliki.

    Hadirnya QRIS memberi kemudahan berarti bagi para penjual maupun pembeli ketika bertransaksi secara digital. Untuk itu, LinkAja berkomitmen dalam melakukan akselerasi penerapan QRIS pada mitra pedagang yang bekerja sama, dalam rangka meningkatkan realisasi program pemerintah dalam digitalisasi keuangan.

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan standarisasi kode QR uang elektronik menganut prinsip universal untuk seluruh kalangan masyarakat.

    Artinya, penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) yang menawarkan layanan transaksi kode QR akan didorong untuk bekerja sama dengan berbagai sektor usaha, termasuk UMKM agar layanan kode QR dapat mencakup seluruh transaksi.

    Sedianya, QRIS akan mulai diterapkan secara menyeluruh pada 1 Januari 2020. Sistem itu dapat digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet elektronik, atau mobile banking.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.