Dua Raksasa E-Commerce Ini Bersiap Stop Strategi Bakar Uang

Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengungkapkan laporan penjualan property semester 1 2017 Rumah123 di Alegro K-ftv Jakarta, 24 Agustus 2017. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan e-commerce mulai mengejar keuntungan atau setidaknya mencapai break even point (titik impas) dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan setelah perusahaan tersebut melewati masa-masa "bakar uang" sebagai strategi menggaet konsumen dengan cara memberikan subsidi atau sejenisnya. Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono menuturkan Bukalapak ingin menjadi perusahaan unicorn pertama yang meraih keuntungan.

"Dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai break even point (BEP) bahkan keuntungan dalam waktu dekat," tutur Intan kepada Tempo, Seni 28 Oktober 2019.

Intan menjelaskan gross prot Bukalapak pada pertengahan tahun ini naik tiga kali lipat dibandingkan pertengahan 2018. Dengan capaian itu, Intan menuturkan Bukalapak mampu mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir ini. Capaian tersebut, tutur Intan sesuai dengan tujuan perusahaan untuk menjadi  "sustainable e-commerce”  atau perusahaan e-dagang yang menghasilkan keuntungan.

"Ini merupakan hal yang amat penting bagi kami. Bukalapak telah melangkah ke tahap yang lebih jauh dan menghasilkan kenaikan inisiatif untuk monetisasi, memperkuat protabilitas, yang saat ini berjalan dengan baik dan bahkan melampaui ekspektasi kami," tutur Intan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Intan menuturkan Bukalapak tengah berfokus untuk memperkokoh marketplace untuk meningkatkan inklusi keuangan dan potensi ritel di Indonesia. Apalagi berdasarkan laporan dari  CLSA pada September lalu, Intan menuturkan terdapat sekitar 85 persen populasi yang belum berbelanja online dan sekitar 70 perse belum pernah bertransaksi online.






Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

1 hari lalu

Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

Profil Richard Liu pendiri JD.ID


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

1 hari lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

1 hari lalu

JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Tempo merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan terkait tutupnya JD.ID.


JD.ID Tutup Jadi Trending Topic di Twitter, Ini Respons Warganet

1 hari lalu

JD.ID Tutup Jadi Trending Topic di Twitter, Ini Respons Warganet

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Hal ini sontak membuat warganet heboh hingga JD.ID menjadi trending topic di Twitter.


JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

1 hari lalu

JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Di akhir tahun lalu, JD.ID juga sempat melakukan PHK terhadap 200 karyawannya.


JD.ID Tutup 31 Maret 2023, Semua Pesanan Dihentikan Mulai 15 Februari

1 hari lalu

JD.ID Tutup 31 Maret 2023, Semua Pesanan Dihentikan Mulai 15 Februari

Platform belanja daring JD.ID mengumumkan akan menutup operasionalnya secara permanen pada 31 Maret 2023.


Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

1 hari lalu

Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia.


Tren Belanja Gen Z pada 2022, Mie Instan dan Serum Wajah Jadi Produk Paling Laris

3 hari lalu

Tren Belanja Gen Z pada 2022, Mie Instan dan Serum Wajah Jadi Produk Paling Laris

Gen Z salah satu kelompok masyarakat yang cukup menggemari belanja online. Simak tren belanja gen Z pada 2022


Cerita Kedai Kopi di Yogyakarta Cari Bahan Baku dan Mampu Jual Lebih 6 Ton Kopi Sebulan

3 hari lalu

Cerita Kedai Kopi di Yogyakarta Cari Bahan Baku dan Mampu Jual Lebih 6 Ton Kopi Sebulan

Di antara ratusan kedai kopi yang tersebar, mungkin bisa dihitung dengan jari, kedai kopi yang bisa meneguk keuntungan menggiurkan.


Hari Gizi Nasional, Makanan dan Minuman Sehat Laris di Tokopedia

4 hari lalu

Hari Gizi Nasional, Makanan dan Minuman Sehat Laris di Tokopedia

Fitur Bagikan Alamat memungkinkan masyarakat mengirim hampers, termasuk hampers makmin sehat, dengan lebih mudah