CPNS 2019, Kemenag Buka Lowongan Terbanyak: 5.815 Formasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah merinci formasi lowongan CPNS di 34 kementerian yang membuka lowongan bagi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019. Kementerian Agama tercatat memiliki formasi penerimaan CPNS 2019 terbanyak dengan jumlah 5.815 formasi.

    Selain Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM 4.598 memiliki formasi penerimaan CPNS 2019 sebanyak 4.598; serta Kementerian Kesehatan membuka lowongan untuk 2.205 formasi.

    Formasi tersebut sudah dipastikan pemerintah seiring dengan keluarnya pengumuman seleksi penerimaan CPNS 2019 yang akan dimulai pada 11 November mendatang.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan mengatakan pemerintah akan membuka 152.286 formasi dengan rincian, instansi pusat sebanyak 37.425 formasi pada 68 kementerian lembaga dan instansi daerah 114.861 formasi pada 462 pemerintah daerah.

    Dia menjelaskan ada dua jenis formasi yang dibuka pada CPNS 2019 ini, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada Instansi Pusat dan Daerah, serta formasi khusus putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada Instansi Pusat.

    Sedangkan formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya. Tiga besar formasi padda penerimaan CPNS kali ini adalah guru (63.324 formasi), tenaga kesehatan (31.756 formasi), dan teknis fungsional (23.660 formasi).

    “Seperti halnya pada penerimaan CPNS sebelumnya, setiap pelamar hanya dapat melamar pada 1 formasi di 1 instansi,” katanya.

    Berikut rincian formasi penerimaan CPNS 2019 di lingkungan kementerian:
    1. Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan 60 formasi
    2. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 67 formasi
    3. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 77 formasi
    4. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 72 formasi
    5. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 98 formasi
    6. Kementerian Badan Usaha Milik Negara 25 formasi
    7. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 25 formasi
    8. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 140 formasi
    9. Kementerian Pemuda dan Olahraga 11 formasi
    10. Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi 230 formasi
    11. Kementerian Dalam Negeri 370 formasi
    12. Kementerian Luar Negeri 138 formasi
    13. Kementerian Pertahanan 552 formasi
    14. Kementerian Hukum dan HAM 4.598 formasi
    15. Kementerian Keuangan 202 formasi
    16. Kementerian Pertanian 520 formasi
    17. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 187 formasi
    18. Kementerian Perhubungan 1.244 formasi
    19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Plus Formasi Dikti) 2.196 formasi
    20. Kementerian Kesehatan 2.205 formasi
    21. Kementerian Agama 5.815 formasi
    22. Kementerian Tenaga Kerja 416 formasi
    23. Kementerian Sosial 117 formasi
    24. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 705 formasi
    25. Kementerian Kelautan dan Perikanan 399 formasi
    26. Kementerian Komunikasi dan Informatika 581 formasi
    27. Kementerian Perdagangan 222 formasi
    28. Kementerian Perindustrian 359 formasi
    29. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 1.180 formasi
    30. Kementerian Pariwisata 202 formasi
    31. Kementerian Riset dan Teknologi 11 formasi
    32. Kementerian Sekretariat Negara/Sekretariat Kabinet 90 formasi
    33. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 209 formasi
    34. Kementerian Agraria dan Tata Ruang 727 formasi

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.