Peringati Satu Tahun Jatuhnya Pesawat, Lion Air Gelar Tabur Bunga

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Keluarga korban melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Lion Air hari ini mengelar acara tabur bunga di perairan sekitar Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada Selasa, 29 Oktober 2019. Acara ini digelar untuk memperingati satu tahun peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 pada 28 Oktober 2018.

    Salah satu perwakilan keluarga korban, Anton Sahadi mengatakan acara ini digelar langsung oleh manajemen Lion Air. Anton mengatakan Lion Air hanya memfasilitasi masing-masing dua orang keluarga korban untuk mengikuti acara tabur bunga ini.

    "Acara ini diselenggarakan langsung oleh manajemen PT Lion Mentari Airlines tanpa melihatkan keluarga korban dalam pelaksanaan teknis apapun," kata Anton ketika dihubungi Tempo, Selasa 29 Oktober 2019.

    Menurut penuturan Anton, para keluarga korban yang tinggal di luar Jakarta mendapatkan fasilitas menginap di hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat. Selain itu, Lion Air juga memberikan fasilitas penggunaan kapal bagi keluarga korban untuk menuju lokasi tabur bunga.

    Adapun acara ini dimulai pada sekitar pukul 10.30 WIB. Dengan perkiraan perjalanan dari wilayah dermaga Jakarta menuju perairan Tanjung Pakis sekitar 30-45 menit. Selain itu, dalam acara ini rencananya Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait bakal memberikan sambutan dalam acara tabur bunga.

    Sementara itu, sebelumnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT telah menuntaskan hasil investigasi terhadap kecelakaan pesawat Lion Air JT610 pada Jumat, 25 Oktober 2019. Dalam paparannya, KNKT menyampaikan ada sembilan poin yang berkontribusi menyebabkan kecelakaan terjadi.

    Beberapa di antaranya adalah kesalahan desain MCAS Boeing. Seperti diketahui MCAS Boeing hanya mengandalkan satu sensor. Desain ini dinilai rentan terhadap adanya gangguan.

    Hasil investigasi KNKT juga menyebutkan bahwa pilot Lion Air juga mengalami kesulitan melakukan respons yang tepat terhadap pergerakan MCAS karena tidak ada petunjuk dalam buku panduan dan pelatihan. Kemudian, KNKT menemukan bahwa indikator AOA Disagree tidak tersedia di pesawat Boeing 737-8 Max 8 PK-LQP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.