Teten Masduki: Jokowi Minta Koperasi Lebih Berperan di Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengaku mendapat amanat dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mendorong koperasi bisa lebih berkontribusi terhadap perekonomian nasional. 

    "Memang ada arahan dari Pak Presiden terkait dengan perkembangan-perkembangan ekonomi baru, karena neraca ekonomi berjalan kita kurang baik karena memang keadaan ekonomi global," ujar Teten, di Kementerian Koperasi dan UKM, Senin, 28 Oktober 2019.

    Kondisi pertumbuhan ekonomi berada pada level 5 persen dan neraca berjalan Indonesia alami yang defisit ini, kata Teten, harus diantisipasi. Presiden Jokowi berpesan agar koperasi bisa jadi salah satu penopang yang bisa diandalkan pada situasi saat ini.

    Cara yang bisa dilakukan di antaranya membuat koperasi menjadi lebih modern dengan memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, diharapkan koperasi dapat bersaing dengan penggalang dana besar seperti perbankan swasta.

    "Maka dengan itu, melalui modernisasi koperasi perlu dilakukan agar tidak kalah bersaing, misalnya dalam hal teknologi, efisiensi, konsistensi sampai pada produksi. SDM yang handal akan mampu mendorong koperasi menjadi modern," kata Teten.

    Ia juga menyatakan tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong UKM agar bisa berperan dalam peningkatan ekspor maupun mampu berkompetisi di pasar dalam negeri. "Jadi memang harus kita rumuskan bagaimana koperasi ini go global. produk-produk koperasi bisa bersaing dengan produk usaha besar di dalam negeri. Oleh karena itu, maka kemampuan UMKM dan koperasi, modernisasi, pembiayaan, ini memang harus diberesin," ungkap dia.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, Teten sadar bahwa akan menghadapi banyak tantangan. Sejumlah tantangan itu mulai dari standard produk hingga pembiayaannya. Untuk itu pemerintah menyiapkan kebijakan strategis yang akan melibatkan banyak pihak.

    "Saya sudah berbicara dengan OJK, BI, Kemenkeu dan nanti dengan bank-bank pelaksana seperti Himbara untuk menyiapkan langkah implementasinya, dimana tentunya akan ada skema khusus dalam pembiayaannya untuk UKM" kata Teten.

    Teten menyatakan, UKM juga harus berperan terhadap perekonomian Indonesia dengan modernisasi, kemudahan mendapatkan pembiayaan. "UKM diminta tidak stagnan, alias mampu naik kelas, bagaimana produk UMKM bisa diekspor dan bisa berkompetisi di pasar dalam negeri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?