Tak Lagi Mentan, Amran Sulaiman Balik jadi Pengusaha

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan tugasnya menjadi Menteri Pertanian selama lima tahun masa baktinya pada Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi pada jilid pertama. Dia mengungkapkan akan kembali menjadi pengusaha dan berencana melebarkan sayap bisnisnya hingga ke luar negeri.

    "Nanti saya kembali menjadi pengusaha untuk seluruh wilayah Indonesia dan di luar Indonesia," kata dia di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Setelah purna tugas sebagai Menteri Pertanian, dia juga izin ingin kembali ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang telah membantunya selama menjadi Menteri Pertanian.

    "Saya ucapkan terima kasih untuk semua. Kita telah bersama lima tahun, kita menghadapi berbagai kendala, Alhamdulilah kita bisa ketemu sehat wal afiat terkhusus untuk serah terima jabatan ini. Kami pamit langsung pulang kampung, berbakti dari pinggiran," tuturnya.

    Untuk pemerintahan Jokowi di Kabinet Indonesia Maju, posisi Menteri Pertanian diisi oleh Syahrul Yasin Limpo yang merupakan putra daerah Sulawesi Selatan sekaligus Kader Partai Nasional Demokrasi (Nasdem).

    Sebagai informasi, Amran diangkat menjadi Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2014. Sebelum menjadi menteri, ia telah menelan asam garam di dunia usaha perkebunan dan perdagangan selama 15 tahun. Sebelumnya, dia memulai karirnya sebagai pegawai PT Perkebunan Nusantara XIV.

    Amran menyelesaikan kuliah S1 hingga S3 bidang ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin Makassar. Sebagai akademisi, Amran juga aktif melakukan penelitian di bidang pertanian.

    Amran Sulaiman pernah mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden Republik Indonesia di Palembang-Sumatera Utara tahun 2007. Dia juga adalah Owner sekaligus Direktur Utama Tiran Group yang membawahi 9 perusahaan bidang pertanian.

    AKBAR HADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.