Diundang ke Istana, Budi Karya Dekat dengan Jokowi Sejak di DKI

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO,CO.Jakarta - Mengancik sore pada Selasa, 22 Oktober 2019, Menteri Perhubungan periode 2014-2019 Budi Karya Sumadi memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Negara di Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Kedatangannya ini berkaitan dengan pembentukan Kabinet Indonesia Kerja Jilid II. 

    Budi Karya tampak mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam. Dengan kedatangannya tersebut, Budi Karya diduga kuat akan kembali menempati posisi strategis di pemerintahan periode kedua Jokowi. 

    Budi Karya merupakan sosok yang cukup dekat dengan Jokowi. Kala Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012, pria asli Palembang itu menempati posisi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. 

    Di Jakpro, Budi Karya memuluskan sejumlah proyek strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di antaranya pembangunan Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio. Ia juga menuntaskan proyek pembangunan rumah susun sederhana atau rusunawa di Marunda. 

    Pada masa akhir kepemimpinannya, BKS—begitu ia biasa disapa—menggarap pengadaan infrastruktur electronic road pricing atau ERP yang kemudian dilanjutkan oleh penerusnya. BKS mengakhiri masa jabatannya di Jakpro pada 2013. 

    Mantan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol ini  lalu didapuk sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero. Prestasinya di Angkasa Pura II ditandai dengan membangun Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dulunya bernama Terminal 3 Ultimate. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.