Pengusaha Minta Pengganti Menteri Susi di KKP Pangkas Izin Ekspor

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama relawan membersihkan sampah yang ada di kawasan Pantai Timur, Kelurahan Ancol, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. Susi Pudjiastuti 300 ton sampah yang dapat terkumpul dan terangkut pada pelaksaan kegiatan ini di seluruh Indonesia.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama relawan membersihkan sampah yang ada di kawasan Pantai Timur, Kelurahan Ancol, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. Susi Pudjiastuti 300 ton sampah yang dapat terkumpul dan terangkut pada pelaksaan kegiatan ini di seluruh Indonesia.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan mengharapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk periode berikutnya dapat lebih mendorong kinerja ekspor dan mempercepat izin perikanan.

    "Kalau di perusahaan dilihatnya ada profit atau tidak. Kalau dari sisi pemerintah, saya lihatnya dari ekspor naik atau tidak, itu menjadi kriteria kita," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Berdasarkan data Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor komoditas perikanan pada semester pertama 2019 mencapai Rp 40,57 triliun atau naik 24,29 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 32,64 triliun.

    Di sisi lain, ujar dia, sejumlah aturan yang sekiranya menghambat nelayan menangkap ikan perlu dilakukan evaluasi ulang, salah satunya mengenai perizinan pembangunan kapal dan perpanjangan izin operasi kapal yang dinilai cukup memakan waktu meski sudah menggunakan platform online.

    "Saya mengunjungi nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara dan Baubau, Sulawesi Tenggara, mereka bilang proses perpanjangan izin cukup lama sampai tujuh bulan," katanya.

    Ketika izin ekspor sudah keluar, lanjut dia, 3-4 bulan kemudian izin operasi kapal sudah habis masanya dan diharuskan untuk kembali melakukan perpanjangan. Sementara ikan yang dibidik salah satunya ikan tuna memiliki kurun waktu tangkap. "Untuk menangkap ikan tuna, itu ada masanya, yang sudah besar-besar harus ditangkap," katanya.

    Yugi berharap pemerintah dapat memetakan aturan-aturan yang sekiranya dapat menghambat nelayan dalam beroperasi.

    "Ke depan, pemerintah dapat memetakan lagi semua permasalahan dalam bidang kelautan dan perikanan. Menampung masukan dari pelaku usaha maupun lembaga swadaya masyarakat. Bila ada yang kurang dan harus diubah demi kebaikan mengapa tidak," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.