Menteri Jonan: 1000 Kecamatan Belum Punya SPBU

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama staf PVMBG saat kunjungan kerja di pos Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama staf PVMBG saat kunjungan kerja di pos Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Karena banyak wilayah yang belum terjangkau BBM satu harga, Jonan mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk melanjutkan program tersebut berjalan hingga tahun 2024.

    "Memang masih banyak, makanya saya mengusulkan ke Presiden di tahun 2020 sampai 2024 dalam lima tahun ke depan harus dibangun lagi minimal 330 jadi sampai 500," kata dia.

    Sebelumnya, Ignasius Jonan didampingi oleh PT Pertamina (Persero), BPH Migas dan sejumlah pihak mengelar peluncuran di SPBU Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini menandai bahwa saat ini sudah beroperasi 170 titik penyalur BBM Satu Harga.

    Sejumlah 170 titik itu menyediakan akses BBM di wilayah sulit dijangkau dan masuk dalam kategori wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

    Adapun SPBU penyalur, menjual BBM dengan harga yang sama dengan di wilayah lainnya, yakni senilai Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Biosolar. Selain itu, program BBM Satu Harga ini telah dimulai sejak 2017.

    EKO WAHYUDI l DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.