Cegah Demam Babi Afrika, Bandara Kupang Perketat Pemeriksaan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Bandara El Tari Kupang memperketat pemeriksaan barang, utamanya produk pertanian, dalam upaya mencegah penyebaran virus demam babi Afrika atau African Swine Fever. Penyakit tersebut bisa menyebabkan babi mati hanya dalam sepekan setelah infeksi. 

    "Informasi yang kami terima virus-virus itu menyebar lewat barang-barang pertanian atau perkebunan, sehingga proses pemeriksaan kami perketat," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Rahmat Sugeng W kepada ANTARA di Kupang, Senin, 14 Oktober 2019.

    PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang sudah menyampaikan surat edaran kepada maskapai penerbangan pengguna jasa bandara untuk mewaspadai penyebaran virus demam babi Afrika menyusul merebaknya penularan penyakit babi tersebut di negara tetangga Timor Leste.

    "Kami langsung keluarkan surat edaran kepada sejumlah maskapai penerbangan, khususnya maskapai penerbangan yang memang langsung melayani rute Kupang-Dili Timor Leste," kata Rahmat.

    Surat edaran, ia melanjutkan, juga disampaikan ke bagian penerimaan dan pengiriman kargo di bandara untuk memastikan semua kiriman barang pertanian dari Timor Leste diperiksa lebih dulu oleh petugas karantina.

    Rahmat menambahkan bahwa ada petugas karantina dan petugas dari Dinas Pertanian yang bertugas di bagian kargo maupun penumpang di Bandara El Tari Kupang.

    "Tak ada pos khusus, tetapi informasi kami lakukan by phone, artinya jika ada kejadian baru saling berkoordinasi," kata dia.

    Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat telah menyampaikan surat edaran ke semua pemerintah daerah di wilayahnya agar mewaspadai penyebaran virus demam babi Afrika dari negeri seberang Timor Leste.

    "Surat edaran tersebut juga untuk surveillance, pengambilan sampel pada beberapa titik lokasi perbatasan, untuk memastikan virus tersebut belum menular ke wilayah NTT," kata Asisten II Sekretaris Daerah NTT Semuel Rebo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.