Proyek LRT Rampung 66 Persen, Beroperasi November 2021

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga saat proses pengangkatan kereta pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas berjaga saat proses pengangkatan kereta pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan pembangunan proyek kereta ringan LRT Jabodebek tahap I sudah selesai 66,13 persen. Menurut Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi, progres untuk lintas pelayanan satu, yakni Cawang-Cibubur sudah mencapai 85,7 persen, lintas pelayanan dua Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 56,1 persen, dan lintas pelayanan tiga yakni Cawang-Bekasi Timur 59,5 persen.

    Adhi Karya juga sudah menerima pembayaran keempat atas pekerjaan proyek kereta layang ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek sebesar Rp1,4 triliun.
    Pembayaran itu dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek tahap satu dari bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019.

    "Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui PT KAI (Persero) berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ujar Entus usai prosesi pengangkatan kereta pertama LRT Jabodebek.

    Dengan demikian, total pembayaran yang sudah diterima Adhi Karya dari pembangunan LRT Jabodetabek mencapai Rp 8,3 triliun. Sementara nilai kontrak pembangunan LRT mencapai sekitar Rp 20 triliun.

    Kereta LRT ini, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, ditargetkan beroperasi penuh pada November 2021. "Ini bukan hanya proyek APBN, tetapi kolaborasi dari beberapa kementerian seperti BUMN dan Perhubungan," katanya.

    Ia menambahkan perkiraan tarif untuk tiket LRT Jabodebek itu sebesar Rp 12.000 untuk setiap perjalanan. "Itu sudah subsidi karena harga komersialnya sebesar Rp 25.000, pemerintah subsidi 50 persen," katanya.

    Menurut dia, perkiraan tarif harga tiket LRT itu nantinya bisa mengalami perubahan ke depannya. "Bisa ada perubahan, sementara ya itu dulu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.