Gunung Dukono Meletus, Bandara Morotai Ditutup Sementara

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi gunung meletus (pixabay.com)

    ilustrasi gunung meletus (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Morotai - Bandara Bandar Pitu, Kabupaten Morotai, Maluku Utara, ditutup sejak hari ini, Kamis  10 Oktober 2019 hingga besok, menyusul erupsi pada Gunung Dukono, Tobelo. Dengan demikian, semua penerbangan dari dan menuju Bandara Bandar Pitu Morotai dibatalkan. 

    Kanit Avision Security Bandara Pitu Morotai, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Rusdi Slamet, menyampaikan bahwa erupsi Gunung Dukono menyebabkan abu terbang ke arah Morotai sehingga menganggu penerbangan.

    "Untuk hari ini penerbangan cancel [dibatalkan], bukan delay [tunda] lagi. Sampai ada kepastian keamanan penerbangan besok ya," ujarnya kepada Bisnis.com.

    Rusdi menjelaskan, apabila abu erupsi Gunung Dukono tidak terbang ke arah bandara Bandar Pitu, maka penerbangan bisa diaktifkan kembali pada Jumat siang besok. Hari ini, otoritas bandara memutuskan untuk membatalkan semua penerbangan karena tidak ingin mengambil risiko. Seperti diketahui, abu erupsi gunung membahayakan penerbangan pesawat.

    Gunung Dukono di Tobelo diketahui sering erupsi. Namun, penerbangan tidak selalu terganggu karena tergantung dari arah angin yang membawa abu vulkanik.

    Kondisi tersebut, tambahnya, yang acap kali membuat wisatawan terkendala untuk berkunjung ke Morotai, karena kondisi alam yang tidak menentu membuat jadwal liburan pun terganggu.

    Akses penerbangan ke Bandara Morotai bisa dilalui melalui penerbangan dari Ternate dan Manado. Dua penerbangan ke dua kota tersebut hari ini dibatalkan karena erupsi Gunung Dukono. Namun, akses transportasi bisa disiasati dengan kapal menuju ke Tobelo dari Morotai. Kemudian jalan darat menuju ke Sofifi, dan kembali naik kapal ke Ternate. Sedikitnya dibutuhkan waktu 6 jam untuk ke Ternate.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.