PUPR: Kota Metropolitan di Luar Jawa Berkembang, PDB Akan Naik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), Menpan RB Syafruddin (kedua kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menkes Nila Moeloek (kanan) menghadiri acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), Menpan RB Syafruddin (kedua kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menkes Nila Moeloek (kanan) menghadiri acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pengembangan berbagai kota metropolitan di luar Pulau Jawa bakal meratakan pembangunan dan kesejahteraan. Selain itu pengembangkan kota metropolitan luar Jawa juga akan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional. 

    "Dengan adanya pengembangan kota metropolitan tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB nasional," kata Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

    Basuki mendukung pengembangan kota-kota di luar Pulau Jawa, di antaranya enam kota yang menjadi fokus adalah Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar, dan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

    Mengutip kajian Bappenas, kata dia, setiap pertumbuhan 1 persen penduduk perkotaan akan meningkatkan 1,4 persen PDB/kapita di Indonesia.

    Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan Republik Rakyat China di mana setiap pertumbuhan 1 persen penduduk berkontribusi minimal 3 persen PDB/kapita ataupun di Asia Timur dan Pasifik sebesar 2.7 persen.

    "Artinya Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga," ucapnya.

    Selain itu, pembangunan kota-kota di luar Pulau Jawa juga untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang telah membangun fondasi pembangunan yang lebih tangguh, lebih produktif, dan merata.

    Ia menyebutkan bahwa fondasi bagi pembangunan Indonesiasentris, salah satunya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.