Jokowi Sebut Belanda Mitra Investasi Terbesar RI di Eropa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin 7 September 2019. Perdana Menteri Rutte terakhir berkunjung ke Indonesia pada November 2016. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin 7 September 2019. Perdana Menteri Rutte terakhir berkunjung ke Indonesia pada November 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan Belanda merupakan mitra investasi terbesar dari negara-negara kawasan Eropa dan akan terus ditingkatkan di masa mendatang.

    "Di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra perdagangan nomor dua terbesar, dan mitra investasi nomor satu," kata Presiden Jokowi ketika menyampaikan pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Bogor, Senin, 7 Oktober 2019.

    Dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral itu, Jokowi juga menyebutkan bahwa Belanda merupakan negara asal wisatawan mancanegara terbesar keempat dari Eropa.

    Indonesia menilai Belanda merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi maupun pariwisata.

    "Kerja sama ini akan terus kita perkuat dengan menggunakan kerangka kemitraan komprehensif yang sudah dimiliki oleh kedua negara Indonesia dan Belanda," katanya.

    Menurut Jokowi, di tengah situasi perekonomian dunia yang mengalami tren pelemahan, kedua negara perlu meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra, termasuk dengan Belanda.

    Di bidang perdagangan, ujar Jokowi, kedua negara sepakat terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan "fair".

    "Dalam konteks ini saya sampaikan kembali konsen Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.