Pertamina dan PLN Bentuk Perusahaan Patungan Garap Proyek Listrik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembangkit listrik

    ilustrasi pembangkit listrik

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) membentuk perusahaan patungan untuk menggarap sejumlah proyek kelistrikan berbasis gas, LNG, dan energi terbarukan.

    Perusahaan patungan tersebut akan dikerjakan melalui anak usaha PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai anak usaha Pertamina dan PT Indonesia Power (PI) sebagai anak usaha PLN.

    President Director PPI Ginanjar mengatakan kedua perusahaan telah memproyeksi sejumlah proyek spesifik yang akan dikerjakan bersama. Dia menilai dengan kerja sama pengelolaan proyek-proyek melalui sinergi kedua anak perusahaan BUMN akan memberikan keuntungan ekonomis yang nantinya akan memberikan economic multiplier effect.

    Menurutnya, pembentukan perusahaan patungan tersebut merupakan perwujudan sinergi BUMN. Sekaligus juga untuk mengoptimalkan human capital Indonesia dan meningkatkan expertise dan kapabilitas anak bangsa.

    Selain membentuk perusahaan patungan di bisnis kelistrikan, anak usaha Pertamina dan PLN juga sepakat bekerja sama dalam bidang operation and maintenance maupun sebagai pengembang independent power producer (IPP) berbasis gas atau LNG dan energi baru terbarukan.

    "Bisnis kelistrikan merupakan teknologi yang tentunya sangat bisa ditangani sendiri oleh anak bangsa," katanya Jumat 4 Oktober 2019.

    Direktur Utama IP Ahsin Sidqi mengatakan perseroan akan memberikan jaminan operasional yang andal dan nilai tambah bagi proyek-proyek pembangkit yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI maupun yang akan dikembangkan bersama.

    "Bagi IP sendiri, hal ini selain menjadi ajang untuk mengintroduksi expertise yang sudah dimilikinya, juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan expertise IP di proyek pembangkit dengan skala lebih besar dan teknologi terkini yang terus berkembang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.