Hari Batik Nasional, Ridwan Kamil Pamer Batik Desainnya Sendiri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan batik yang ia desain sendiri dan dinamai Garuda Kujang Kencana. Ia sengaja memakainya untuk menyambut Hari Batik Nasional hari ini, Selasa 2 Oktober 2019. (Humas Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan batik yang ia desain sendiri dan dinamai Garuda Kujang Kencana. Ia sengaja memakainya untuk menyambut Hari Batik Nasional hari ini, Selasa 2 Oktober 2019. (Humas Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung —Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak semua orang yang memiliki kemampuan mendesain untuk ikut menggambar pola batik pada pakaian. “Pokoknya kita lestarikan. Tidak hanya memakai, tapi bagi mereka yang bisa mendesain mencipta seperti saya, kita ramaikan,” kata dia Bandung, Selasa, 2 Oktober 2019.

    Hari ini, Ridwan Kamil mengenakan batik yang polanya ia gambar sendiri. Pola batik yang dinamainya Garuda Kujang Kencana itu sengaja dikenakannya untuk menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh hari ini.

    Batik Garuda Kujang Kencana merupakan paduan pola bergambar burung garuda di tengah segi empat berwarna kuning, di antara corak gambar batik berwarna biru putih. Batik itu dipakainya saat memberi paparan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP) di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 2 Oktober 2019.

    “Saya mendesain banyak batik. Ada batik Iron Man yang laku di online-online itu. Ini (Garuda Kujang Kencana) buat formal,” kata Ridwan Kamil.

    Mantan Wali Kota Bandung itu menyebut sudah ada empat pola desain batik yang digambarnya sendiri. Batik juga pakaian yang bisa dipergunakan di banyak kesempatan baik, termasuk di acara formal karena relatif mudah dan murah. Batik juga kerap dipergunakannya saat berkunjung ke sejumlah negara. “Pas buka acara di Swedia, saya pilih warna yang sewarna dengan benderanya,” kata Ridwan Kamil. 

    Ia pun kini mengajak semua kalangan yang aktivitasnya bersentuhan dengan desain agar ramai-ramai membuat pola batik. Ridwan ingin agar tidak hanya makin kaya polanya, tapi juga bagian dari pelestarian batik. "Karena batas dari imajinasi batik ada pada imajinasi kita, kira-kira begitu. Semakin kita berimajinasi, polanya tidak terhingga,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, batik bagian dari identitas budaya suatu bangsa. Batik misalnya sudah dikenal di dunia internasional sebagai bagian dari ciri khas Indonesia. “Salah satu kebanggaan di dunia internasional kita itu batik. Jadi harus diperbanyak,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.