Hemat Rp 5 Miliar, Pertamina Kembangkan Sumur Minyak Tanpa Rig

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. PT Nusantara Regas menerima pengiriman LNG domestik perdana di tahun 2018 sebanyak 1 kargo atau setara 2 juta MMBTU. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. PT Nusantara Regas menerima pengiriman LNG domestik perdana di tahun 2018 sebanyak 1 kargo atau setara 2 juta MMBTU. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menghemat biaya pengerjaan sumur produksi dengan tidak lagi menggunakan rig atau anjungan kerja untuk sejumlah pekerjaan tertentu. “Sebagai gantinya, kami menggunakan Hydraulic Workover Unit (HWU),” terang General Manager PHM John Anis, Selasa 24 September 2019.

    HWU digunakan untuk memasang filter atau saringan atas pasir yang turut ke luar dari dalam sumur bersama dengan minyak atau gas atau kondensat.

    Menurut John Anis, pada uji coba di sumur produksi TN-AA371 di Lapangan Tunu, Pertamina Hulu Mahakam dapat menghemat biaya hingga 37 persen. Artinya, ada penghematan sebesar US$ 340.000 atau sekitar Rp 5 miliar bila dibanding menggunakan rig konvensional. “Baru kali ini memasang MZST-GP tanpa rig,” kata Anis.

    Diharapkan, bersama-sama dengan berbagai inovasi lainnya, metode tanpa rig ini bisa menjadi bagian dari upaya menurunkan biaya sumur hingga 40 persen untuk area rawa-rawa (swamp) di Delta Mahakam dan 50 persen untuk area lepas pantai (offshore) di tahun 2020 mendatang.

    Teknologi MZST-GP sendiri telah diaplikasikan pada 170 sumur di Lapangan Tunu atau lebih kurang 10 persen dari jumlah sumur di lapangan gas tersebut. Pemasangan saringan pasir di lapangan itu selalu menggunakan rig.

    “Keberhasilan ini merupakan sebuah tonggak sejarah, mengingat sistem MZST-GP ini tergolong teknologi komplesi yang sangat kompleks dan instalasinya melibatkan banyak pihak. Dan yang terpenting, kami menemukan metode untuk mengurangi pemakaian rig sehingga signifikan memangkas biaya sumur,” tambah John Anis.

    Pertamina Hulu Mahakam melibatkan sejumlah pihak untuk uji coba sumur tanpa rig ini. Di antaranyaPT Pelayaran Roylea Marine Line sebagai pemilik barge Sea Haven, PT Elnusa Tbk sebagai pemilik anjungan HWU, PT Dowell Anadril Schlumberger sebagai pemilik barge Naga Biru yang mendukung kegiatan pemompaan dll, yang semuanya terlibat dalam suatu operasi simultan.

    Berkat keberhasilan uji coba ini, Pertamina Hulu Mahakam meneruskan studi untuk memperluas variasi kegiatan operasi pengerjaan sumur tanpa rig (rigless). Beberapa yang sudah direncanakan adalah Rigless Workover (sedang dilaksanakan. di lapangan Tunu, Tambora dan Handil, mau pun offshore) dan Offline Well Sidetrack Preparation (akan dilaksanakan dalam waktu dekat), Rigless Completion, dan Rigless Drilling.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.