Usai Serangan, CEO Klaim Saudi Aramco Lebih Kuat dari Sebelumnya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja terlihat di lokasi kilang minyak Saudi Aramco yang rusak akibat serangan sejumlah drone di Abqaiq, Arab Saudi, 20 September 2019. Arab Saudi menilai serangan di kilang minyak Kharais dan pabrik pengolahan minyak mentah Abqaiq menjadi serangan terburuk ke infrastruktur minyak di Timur Tengah sejak Saddam Hussien menyerang Kuwait pada 1990 sampai 1991. REUTERS/Stephen Kalin

    Para pekerja terlihat di lokasi kilang minyak Saudi Aramco yang rusak akibat serangan sejumlah drone di Abqaiq, Arab Saudi, 20 September 2019. Arab Saudi menilai serangan di kilang minyak Kharais dan pabrik pengolahan minyak mentah Abqaiq menjadi serangan terburuk ke infrastruktur minyak di Timur Tengah sejak Saddam Hussien menyerang Kuwait pada 1990 sampai 1991. REUTERS/Stephen Kalin

    TEMPO.CO, Jakarta - Saudi Aramco menyatakan sudah kembali bangkit dari serangan terhadap fasilitas kilang minyaknya pada 14 September pekan lalu. Chief Executive Saudi Aramco, Amin Nasser bahkan mengklaim perseroan kini lebih kuat dari sebelumnya.

    "Kebakaran yang dimaksudkan untuk menghancurkan Saudi Aramco memiliki konsekuensi yang tak diharapkan: mereka menggembleng 70 ribu dari kita di seluruh misi untuk bangkit dengan cepat dan percaya diri. Dan Saudi Aramco telah keluar dari peristiwa ini lebih kuat daripada sebelumnya," kata Nasser seperti dikutip Reuters, Ahad, 22 September 2019.

    Saudi Aramco mengatakan setiap detik diperhitungkan pada saat-saat seperti ini. Dan, kata Nasser, seandainya Aramco tidak bertindak cepat untuk mengatasi kebakaran dan melakukan upaya restorasi yang cepat, dampak pada pasar minyak dan ekonomi global akan jauh lebih dahsyat. Demikian pula pada harga minyak dunia yang dipastikan bakal melambung setelah ledakan hebat di kilang minyak Arab Saudi ini

    Enam hari setelah serangan itu, Arab Saudi memperlihatkan gambaran pecahan peluru kendali jelajah dan pesawat tanpa awak atau drone milik Iran yang digunakan dalam serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi. Sebanyak 25 pesawat tanpa awak dan rudal ditembakkan ke dua kilang minyak Saudi Aramco, termasuk kendaraan udara tanpa awak (UAV) Iran Delta Wing dan rudal jelajah.

    "Serangan berasal dari arah utara dan tak dapat diragukan lagi didukung oleh Iran.Bukti ... yang anda lihat di depan anda, membuat (negara) ini tak bisa berkutik," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki Al-Maliki.

    Namun, pada saat bersamaan, Iran membantah keterlibatan apapun dalam serangan yang sempat mengurangi produksi minyak Arab Saudi ini. Seorang penasihat presiden Iran mencuit di Twitter bahwa konferensi pers tersebut membuktikan Arab Saudi "tak tahu apa-apa".

    Adapun kelompok gerilyawan Al-Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran dan memerangi koalisi militer pimpinan Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kilang minyak Saudi Aramco itu.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.