Data Diduga Bocor, Pemilik Akun Miles Lion Air Diimbau Ubah Sandi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Group mengimbau para penumpang atau pelanggan yang memiliki akun miles agar segara mengubah kata sandinya. Terutama, jika kata sandi yang sama juga digunakan pada layanan yang lain secara daring.

     "Ini upaya pencegahan lebih awal atau tindakan preventif dalam lebih menjamin tingkat keamanan," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Kamis malam, 19 September 2019.

    Imbauan tersebut diberikan menyusul dugaan kebocoran data puluhan juta pengguna maskapai yang dikelola Lion Air Group. Data itu meliputi kartu identitas penumpang, paspor, dan nomor telepon. Belasan juta yang bocor diduga tersimpan di file back up database Malindo dan Thai Lion.

    Saat ini, kata Danang, Lion Air telah berkoordinasi dengan vendor atau mitra terkait dengan isu kebocoran data tersebut. Namun, dipastikan data seluruh penumpang di Indonesia aman hingga saat ini.

    "Sehubungan dengan data penumpang di Indonesia, sampai sekarang aman. Jika ada bukti mengenai kebocoran data, maka akan segera dilakukan langkah-langkah sesuai ketentuan," ujar Danang.

    Kini, perusahaan maskapai milik Rusdi Kirana itu pun sudah melaporkan dugaan kebocoran data penumpang tersebut kepada pihak berwajib di masing-masing negara. Pelaporan itu dilakukan untuk Lion Air, Batik Air, dan Wings Air di Indonesia, Malindo Air di Malaysia, dan Thai Lion Air di Thailand.

    Danang menjamin operator Lion Air Group di Indonesia telah melakukan tindakan tepat dan cepat menurut Peraturan Nomor 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik alias Peraturan Perlindungan Data, guna memastikan bahwa data para tamu tidak terganggu.

    "Lion Air Group menginformasikan bahwa tidak menyimpan secara detail mengenai pembayaran dari tamu atau penumpang ke dalam server," kata Danang.

    Ia pun mengatakan perseroan tidak mempunyai data-data terkait yang berhubungan pembayaran penumpang. Sehingga, data yang kemungkinan tersebar bukan data pembayaran atau finansial dari penumpang. "Kami terus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan data."

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan siap melakukan joint investigation atau investigasi gabungan dengan pihak berwajib yang ada di Malaysia mengenai bocornya data penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air. Meski membuka opsi, Kominfo menunggu ajakan dari negeri jiran tersebut.

    Samuel menjelaskan Kementerian belum bisa mengambil tindakan apapun karena kejadian kebocoran terjadi pada Lion Air Group di Malaysia. Namun, dirinya memastikan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran atau dimanfaatkan oleh pihak lain di Indonesia, Kementerian bakal memberikan sanksi kepada pihak terkait.

    CAESAR AKBAR | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.