Rangkul Manajer Investor, OJK Kaji Reksadana Investor Tunggal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Deputi Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi memberi keterangan pers Hasil Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk di Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Audit laporan keuangan Garuda yang dilakukan oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK memutuskan untuk melakukan penelitian dan pengawasan terhadap produk investasi reksadana berkepemilikan investor tunggal. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan keputusan ini diambil setelah OJK melihat reksadana jenis ini tumbuh secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

    Menurut Fikri, OJK bersama tim teknis akan melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan industri untuk mengetahui apa yang terjadi. "Terkait kebijakan apa yang akan dikeluarkan dan apa bentuknya nanti, kami akan kerjakan sampai tiga bulan ke depan," kata Fikri di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Kamis 12 September 2019.

    Sebelumnya, dikabarkan OJK tengah melakukan pengawasan terhadap transaksi portofolio investasi reksadana investor tunggal. Reksadana tersebut merupakan jenis investasi yang kepemilikannya dimiliki oleh satu investor saja.

    Adapun, pengawasan tersebut dilakukan oleh OJK seiring dengan adanya tingginya tingkat eksposure jumlah reksa dana tersebut. Selain itu, OJK juga melihat reksadana investor tunggal dimanfaatkan sebagai instrumen perbaikan pembukuan.

    Fakhri menjelaskan rencana untuk melakukan penelitian tersebut dilakukan mulai pekan depan dan akan rampung akhir tahun ini. Selain itu, OJK juga berencana untuk berdiskusi dengan manajer investasi membahas kenaikan signifikan reksadana investor tunggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.