Bandara Pekanbaru Tak Terganggu Jarak Pandang 800 M Akibat Asap

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (2/3). Otoritas Bandara Pekanbaru menyatakan asap sudah mengganggu 210 penerbangan selama Februari karena menurunkan jarak pandang, yang mengakibatkan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen. ANTARA/FB Anggoro

    Asap pekat sisa kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (2/3). Otoritas Bandara Pekanbaru menyatakan asap sudah mengganggu 210 penerbangan selama Februari karena menurunkan jarak pandang, yang mengakibatkan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II menyatakan aktivitas penerbangan belum terganggu asap kebakaran hutan dan lahan yang sempat menurunkan jarak pandang hingga tinggal 800 meter pada Selasa pagi. 10 September 2019.

    Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II, Yogi Prasetyo, mengatakan bandara internasional tersebut memiliki perangkat ILS (Instrument Landing System) yang sangat membantu pada kondisi kabut asap pekat. "Alhamdulillah saat ini Bandara SSK II memiliki alat ILS sehingga untuk jarak pandang 800 - 1.000 Meter masih aman," kata Yogi kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa.

    Ia mengatakan saat jarak pandang turun menjadi 800 meter hingga 1.000 meter pada sekitar pukul 08.00 WIB, penerbangan sejumlah maskapai masih lancar. Penerbangan pagi seperti dari maskapai Citilink dan Batik Air tidak ada gangguan.

    Ia menjelaskan ILS membantu pilot untuk mendaratkan pesawat tepat pada garis tengah landas pacu (runway) dan dengan sudut pendaratan yang tepat. Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan pada runway. Pemanduan dilakukan untuk mengatur posisi kanan-kiri pesawat, sehingga dapat mendarat dengan tepat di garis tengah landasan.

    Pemanduan juga dilakukan untuk mengatur posisi atas bawah pesawat, sehingga dapat mendarat dengan tepat pada sudut kurang lebih tiga derajat terhadap landasan.

    “ILS terdiri dari 3 komponen peralatan berdasarkan fungsi pemanduannya yaitu Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope,” katanya.

    Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, Satelit Terra dan Aqua pada Selasa pagi di Riau terdeteksi 138 titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla. Daerah paling banyak titik panas adalah di Indragiri Hilir (Inhil) yakni mencapai 64 titik, kemudian di Pelalawan ada 33 titik, dan Indragiri Hulu (Inhu) ada 18 titik panas.

    Kemudian di Kabupaten Kampar ada enam titik, Kuantan Singingi ada 3 titik, Bengkalis 2 titik, dan Kepulauan Meranti dan Kota Dumai masing-masing ada satu titik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.