Peserta Tes Uji Kelayakan Sampaikan 7 Kritik Kinerja BPK

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Perwakilan BPK Sumatera Selatan, I Gede Kastawa, mengikuti proses seleksi uji kelayakan dan kepatutan BPK di Komisi XI DPR, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 September 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kepala Kantor Perwakilan BPK Sumatera Selatan, I Gede Kastawa, mengikuti proses seleksi uji kelayakan dan kepatutan BPK di Komisi XI DPR, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 September 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, I Gede Kastawa, mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR. Gede merupakan calon anggota BPK pertama yang menjalani rangkaian tes pada hari ini, Rabu, 4 September 2019.

    Dalam pemaparannya, Gede menjelaskan visi dan misinya mengikuti rangkaian tes calon auditor negara. "Saya ingin membawa BPK menjadi badan yang mampu mendorong pengelolaan keuangan negara yang semakin ekonomis, efektif, dan efisien di Indonesia," ujar Gede saat membacakan visinya.

    Gede juga menyampaikan pandangannya terhadap kinerja BPK selama ini. Setidaknya ia melayangkan tujuh kritik. Pertama, Gede memandang topik pemeriksaan BPK masih sarat egosentris. Kegiatan analisis dalam penentuan topik pengauditan pun masih minim.

    Kedua, rekomendasi BPK terhadap hasil audit masih bersifat administratif. Ketiga, publikasi hasil pemeriksaan kinerja masih minim sehingga kurang populer atau kurang mendapat perhatian dari masyarakat.

    Keempat, pemeriksaan kinerja masih menjadi residual dari pemeriksaan keuangan. "Pemeriksaan dilakukan hanya untuk memenuhi indeks kinerja utama," tuturnya.

    Kelima, eksplorasi pemeriksaan keuangan masih minim. Kemudian keenam, BPK jarang mengadakan diklat kinerja untuk level anggota tik dan ketua tim. Terakhir, BPK kekurangan auditor.

    Gede Kastawa adalah pegawai internal BPK. Ia pernah menjadi Kepala Perwakilan BPK yang membidangi wilayah DKI dan Bali. Terakhir, ia menjadi Kepala Perwakilan BPK Sumatera Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.