Tahun Ini Sumsel Buka 200 Ribu Hektare Lahan Baru Padi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, memaparkan kesiapan pemerintah menggarap 200 ribu Ha lahan rawa untuk dijadikan areal persawahan di OKI dan Sumatera Selatan umumnya. TEMPO/PARLIZA HENDRAWAN

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, memaparkan kesiapan pemerintah menggarap 200 ribu Ha lahan rawa untuk dijadikan areal persawahan di OKI dan Sumatera Selatan umumnya. TEMPO/PARLIZA HENDRAWAN

    TEMPO.CO, Palembang - Kementerian Pertanian mengoptimalkan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Sumatera Selatan. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy menargetkan Sumsel tahun ini bisa membuka lahan baru minimal 200 ribu hektare untuk ditanami padi.

    "Kita semuanya gunakan mekanisasi sehingga lebih cepat dan hemat biaya," katanya, Selasa, 28 Agustus 2019 di sela-sela panen perdana di hamparan rawa di desa Tanjung Aur, kecamatan Jejawi, Ogan Komering Ilir (OKI).

    Menurut Sarwo Edhy, Sumsel memiliki lahan potensial hingga lebih dari 200 ribu hektare rawa yang tersebar di beberapa kabupaten. Sebanyak 67 ribu hektare di antaranya berada di OKI.

    Untuk menyukseskan program Serasi khususnya di OKI, Kementerian Pertanian menyiapkan 18 eksavator untuk tiga kecamatan.  Dalam waktu dekat alat berat ini akan ditambah hingga total mencapai 28 unit. "Kami juga bantu hand tractor dan peralatan pendukung lainnya," ujarnya.

    Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di tempat terpisah menantang Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kejar target 200 ribu hektare lahan rawa baru hingga bulan Oktober 2019.

    Dengan begitu, diharapkan Sumatera Selatan bisa menjadi lumbung pangan nasional lewat optimalisasi lahan rawa ini. Ada 3 Kabupaten yang dipacu luas tambah tanamnya, yakni Banyuasin, Ogan Kemering lir Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin. "Untuk mendukungnya, Kita sudah siap 118 eksavator yang untuk provinsi Sumatera Selatan," ujar Amran.

    Menurut Amran, potensi Sumatera Selatan sangat besar. Bila tahun sebelumnya Sumatera Selatan berada di peringkat ke-8 untuk penyumbang pangan nasional, saat ini sudah berada diperingkat 5. Di akhir tahun Provinsi Sumatera Selatan ditargetkan berada di peringkat 3 penyumbang pangan nasional.

    Untuk mencapai peringkat 3 besar, Amran mendesak target 200 ribu hektare segera dikebut. Caranya dengan percepatan tanam dengan pertanian modern.

    Dengan target Serasi, pada tahun 2021 program ini diharapkan bisa menjadikan Sumatera Selatan berada di peringkat pertama penyumbang pangan nasional. Kementerian Pertanian menargetkan program Serasi pada tahun ini 200 ribu hektare. Tambahan tahun berikutnya 500 ribu hektare yang memiliki nilai sebesar Rp 14 triliun untuk kenaikan pendapatan petani Indonesia.

    Sementara, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan, sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel. Provinsi ini mendapatkan kuota lebih kurang 200 ribu hektare dalam program Serasi dan hampir separuh lokasinya berada di Kabupaten Banyuasin, yang kondisi alamnya rawa dan lebak. "Program Serasi juga untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.