Kembangkan Semua Lini Bisnis, Hero Gerojok Modal Rp 500 M

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Toko ritel Giant Ekspress menggelar diskon penutupan gerai di sejumlah tokonya hingga 28 Juli 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Toko ritel Giant Ekspress menggelar diskon penutupan gerai di sejumlah tokonya hingga 28 Juli 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) siap menggelontorkan dana segar senilai lebih dari Rp500 miliar untuk pengembangan seluruh lini bisnisnya hingga akhir 2019. Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, induk usaha supermarket Giat ini tengah berfokus pada upaya transformasi untuk meningkatkan kinerja jangka panjang.

    Berbagai pembaruan dan revitalisasi saat ini dilakukan terutama pada lini bisnis pasar swalayan Hero dan Giant untuk beradaptasi dengan perubahan preferensi pelanggan. “Kami sedang berinovasi, melakukan penataan ulang gerai, mengubah area penjualan di gerai, dan memberikan penekanan pada penjualan produk makanan segar. Kami juga berupaya mengoptimalkan jangkauan yang kami miliki terhadap pelanggan,” kata Hadrianus kepada Bisnis.com Ahad 25 Agustus 2019. 

    Salah satu upaya yang dilakukan oleh Hero Supermarket adalah meluncurkan konsep baru di beberapa gerai Giant yang dimilikinya dengan tagline “Giant Tampil Beda”.

    Konsep baru tersebut memberikan pengalaman belanja yang berbeda dari sebelumnya lewat penambahan fasilitas gerai, penambahan produk makanan segar dan siap saji, serta promosi yang lebih menarik.

    Lebih lanjut Hadrianus menjelaskan, peluncuran konsep baru ini merupakan upaya perusahaan untuk membangkitkan kembali pasar swalayan Giant yang sempat meredup akibat penutupan enam gerainya di Jabodetabek beberapa waktu lalu. Sebelum penutupan enam gerai tersebut, Hero Supermarket memiliki 125 gerai Giant yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Kemudian untuk lini bisnis toko obat dan kecantikan Guardian serta toko perabotan IKEA Indonesia, menurut Hadrianus keduanya telah menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. “Persentase pertumbuhan pendapatan keduanya mencapai dua digit,” ujar Hadrianus.

    Sementara itu, pasar swalayan Hero, Hadrianus sudah lebih awal melakukan perubahan konsep. Saat ini, Hero Supermarket fokus pada penjualan produk makanan segar baik bahan olahan maupun siap saji sesuai dengan tagline “Fresh Food People”.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.