Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ekonom Core Sebut Tepat, karena..

Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. googlemaps.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Centre of Reform on Economics atau CORE, Piter Abdullah, mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, adalah langkah yang tepat. Ia menilai pemerintah dapat membangun kota dari nol. 
 
"Pertama, lahan (Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara) kosong. Jadi ada kesempatan pemerintah membangun kota dari nol, merancangnya dengan visi sebuah kota baru,” ujar Piter dalam pesan pendek kepada Tempo, Senin, 26 Agustus 2019. 
 
Piter mengatakan, membangun kota dari nol bakal lebih prospektif ketimbang mengembangkan ibu kota di daerah yang sudah kadung berbentuk kota. Dengan begitu, ujar dia, pemerintah bisa mendesain ibu kota dengan konsep smart city atau kota cerdas yang sudah digagas sebelumnya. 
 
Menurut Piter, sinyal ini telah disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro sebelumnya. Dalam berbagai kesempatan, ujar dia, Bambang selalu menyatakan pembangunan ibu kota akan dilakukan di lahan kosong. Artinya, proyek tidak dikerjakan di kawasan kota yang sudah berkembang. 
 
Selanjutnya, Piter menilai pemilihan Penajem Panser Utara dan Kutai Kertanegara cocok lantaran dua wilayah ini berdekatan dengan kota-kota yang sedang tumbuh. Karena itu, telah tersedia infrastruktur yang cukup lengkap. Akses pun telah terbuka. 
 
“Dengan demikian tidak terlalu banyak yang harus dibangun. Biaya menjadi lebih kecil, prosesnya juga tidak terlalu lama,” tuturnya. 
 
Meski begitu, ia tak menampik proses pemindahan oleh ibu kota mesti dilihat dari banyak sisi. Menurut dia, persoalan sosial-budaya bakal menjadi tantangan ke depan. Sedangkan dari sisi ekonomi, banyak anggaran yang bakal digelontorkan untuk pembangunan. 
 
"Memang pemerintah merencanakan untuk tidak membebani APBN. Akan banyak melibatkan swasta. Tapi hal ini masih rencana yang perlu dikonkritkan,” ucapnya. Menurut Piter, wacana untuk melibatkan swasta dalam pemindahan ibu kota ini masih belum gamblang. 
 





Presiden Jokowi: Berikan Insentif bagi Investor dan Industri Produk Substitusi Impor

1 jam lalu

Presiden Jokowi: Berikan Insentif bagi Investor dan Industri Produk Substitusi Impor

Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memberikan insentif bagi investor dan industri yang berhasil memproduksi barang substitusi impor.


Jokowi Sebut Tokoh Berambut Putih, dari Ganjar hingga Prabowo

2 jam lalu

Jokowi Sebut Tokoh Berambut Putih, dari Ganjar hingga Prabowo

Jokowi menilai bahwa calon pemimpin dengan rambut putih adalah sosok yang benar-benar memikirkan rakyat.


Pasukan Penjaga Adat Dayak Beri Pesan soal Proyek IKN di Depan Jokowi

2 jam lalu

Pasukan Penjaga Adat Dayak Beri Pesan soal Proyek IKN di Depan Jokowi

Selain soal IKN, Agustinus juga menyampaikan harapannya agar negara dapat membantu peningkatan sumber daya manusia dari anak-anak Dayak.


Jokowi Berterima Kasih ke Masyarakat Suku Dayak yang Telah Dukung IKN

4 jam lalu

Jokowi Berterima Kasih ke Masyarakat Suku Dayak yang Telah Dukung IKN

Presiden JJokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat adat suku Dayak, yang telah mendukung proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.


Jokowi di Depan Masyarakat Dayak: Pemilu Setahun Lagi, Jangan Ada yang Mengadu Domba

4 jam lalu

Jokowi di Depan Masyarakat Dayak: Pemilu Setahun Lagi, Jangan Ada yang Mengadu Domba

Jokowi kembali menyerukan soal stabilitas politik menjelang Pemilu Presiden dan Legislatif yang akan tinggal setahun lagi, yaitu pada Februari 2024.


Jokowi Sebut Rambut Putih Memikirkan Rakyat, Padahal Stres Salah Satu Penyebab Uban

6 jam lalu

Jokowi Sebut Rambut Putih Memikirkan Rakyat, Padahal Stres Salah Satu Penyebab Uban

Jokowi sebut soal rambut putih karena memikirkan rakyat, padahal uban dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya karena stres.


Soal PLTN Indonesia, Perusahaan Energi Nuklir Rusia: Tak Perlu Tunggu 2040

6 jam lalu

Soal PLTN Indonesia, Perusahaan Energi Nuklir Rusia: Tak Perlu Tunggu 2040

Wakil CEO Pertama Rosatom (perusahaan energi nuklir Rusia) Kirill Komarov menyarankan Indonesia segera membangun PLTN. Simak alasannya.


Video Minta Izin Tempur ke Jokowi Viral, Benny Rhamdani: Masa Nggak Boleh Marah

6 jam lalu

Video Minta Izin Tempur ke Jokowi Viral, Benny Rhamdani: Masa Nggak Boleh Marah

Benny Rhamdani meminta Jokowi menggunakan penegakan hukum terhadap pihak yang dianggapnya menyerang pemerintah.


9 Pernyataan Bola Liar Jokowi Soal Capres 2024, Terakhir Soal Rambut Putih dan Kerut Wajah

6 jam lalu

9 Pernyataan Bola Liar Jokowi Soal Capres 2024, Terakhir Soal Rambut Putih dan Kerut Wajah

Menjelang Pilpres 2024 situasi politik mulai memanas. Presiden Jokowi setidaknya melalui 8 pernyataannya dianggap endorse kepada pihak tertentu.


Perusahaan Energi Nuklir Rusia Tawari Kerja Sama Bangun PLTN Terapung untuk Indonesia

7 jam lalu

Perusahaan Energi Nuklir Rusia Tawari Kerja Sama Bangun PLTN Terapung untuk Indonesia

Rosatom State Corporation, menawarkan kerja sama membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung untuk Indonesia.