Tips Investasi: Menabunglah dengan Dana Mengganggur Bukan Utang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan menabung/hemat. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan menabung/hemat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Founder Komunitas Investor Saham Pemula atau ISP Firsca Devi Choirina memiliki tips untuk pemula memulai berinvestasi. Dia mengatakan salah satu tipsnya dengan memulai investasi tidak menggunakan utang.

    "Jangan investasi saham dengan dana utang, usahakan dengan dana menganggur," kata Firsca dalam Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    Dia mengatakan pernah memakai uang utang untuk investasi, namun justru tidak untung. Kedua, kata dia, jangan berlebihan dalam berinvestasi.

    Menurut dia, investasi saham bisa menggunakan sistem menabung saham berkala atau sesuai dengan kemampuan finansial. Karena, kata dia, perlu tetap menyediakan uang cadangan untuk kebutuhan mendesak. "Ketiga, don't be greedy," kata Firsca.

    Dia mengatakan kalau sudah dapat profit atau return dari investasi saham, tidak ada salahnya untuk merealisasikan keuntungan.

    Dan keempat, kata dia, dari awal perlu mengatur jangka waktu investasi saham. "Untuk short term, mid, atau long term," kata dia.

    Menurut dia, Komunitas ISP akan terus dikembangkan. Tidak hanya dalam hal mencari uang bersama namun juga meningkatkan pertemanan dan jaringan. "Kami invest in money and invest in people. Upgrade knowledge and networking," ujar Firsca.

    Adapun di lokasi yang sama Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI Umi Kulsum mengatakan hingga Agustus 2019 investor pasar modal sudah mencapai 2 juta lebih. Khusus untuk investor saham, kata dia, mencapai lebih dari 1 juta. Dia menyampaikan hal itu dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019. Menurutnya, acara itu digelar dalam rangka HUT Pasar Modal Indonesia ke-42.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.