Disebut Jadi Calon Kuat Ibu Kota Baru, Ini Plus-Minus Kaltim

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Setidaknya ada 3 daerah yang menjadi bakal calon ibu kota negara, yaitu Bukit Nyuling (Gunung Mas, Kalimantan Tengah), Bukit Soeharto (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Setidaknya ada 3 daerah yang menjadi bakal calon ibu kota negara, yaitu Bukit Nyuling (Gunung Mas, Kalimantan Tengah), Bukit Soeharto (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpilihnya Kalimantan Timur sebagai calon kuat lokasi ibu kota negara dinilai oleh seorang pengamat tata kota sangat strategis. Ahli tata kota Yayat Supriyatna mengatakan bahwa Kaltim memiliki beberapa sisi positif, misalnya tingkat kebencanaan, infrastruktur, serta kemampuan sumber daya yang lebih unggul dibandingkan dengan wilayah lain.

    "Hal ini akan mempercepat pengembangan ibu kota baru karena kita kan tidak membangun dari nol. Ketika dibangun, harus ada infrastruktur yang memudahkan," tuturnya kepada Bisnis, Kamis 22 Agustus 2019.

    Menurut Yayat, pembangunan ibu kota baru memerlukan sebuah kota yang telah memiliki infrastruktur yang memadai sehingga tidak memberatkan eksplorasi dan pembangunan ibu kota. Selain itu, Yayat juga melihat adanya fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan laut, jalan tol, dan sosiologi heterogenitas yang sangat kuat di Kaltim.

    Namun, terkait adanya potensi kekurangan air di Kaltim, Yayat berharap agar pemerintah dapat belajar dari Singapura yang minim sumber daya air, tetapi mampu menjadi negara yang maju.

    "Target pindahnya 2023, tidak mungkin lama prosesnya, kini tinggal Presiden mengeluarkan peraturan menetapkan lokasi definitif, menetapkan kelembagaanya, menetapkan masterplan, dan urban design-nya," tutur Yayat.

    Adapun soal dengan pendanaan ibu kota baru, Yayat mengatakan bahwa skema pembiayaan dan alokasi dana yang tertata dengan baik dapat mempercepat pembangunan. Ia menyarankan, APBN digunakan untuk infrastruktur dan pembangunan dasar saja.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.