Selasa, 17 September 2019

Ingin Rebut Investasi, Jokowi: Butuh Cepat dan Selamat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, 16 Agustus 2019, Pukul 10:05 WIB. BIRO PERS PRESIDEN

    Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, 16 Agustus 2019, Pukul 10:05 WIB. BIRO PERS PRESIDEN

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, saat ini negara-negara di dunia berada dalam kompetisi global yang ketat untuk berebut pengaruh dan investasi. Untuk itu, Jokowi ingin Indonesia bisa lebih cepat dan baik dibandingkan negara tetangga dalam merebut investasi tersebut.

    “Langkah demi langkah tidak lagi cukup, lompatan demi lompatan yang kita butuhkan. Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat,” kata Jokowi  dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR/DPD di Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. 

    Namun, kata Jokowi, investasi itu harus membuka lapangan kerja baru dan  menguntungkan bangsa Indonesia. Sebab, dalam situasi dunia yang penuh persaingan ini, misi untuk ikut membangun tatanan dunia yang lebih baik tidak boleh diabaikan. “Kontribusi pada perdamaian dunia harus kita lanjutkan,” kata dia.

    Persoalan investasi ini memang menjadi perhatian Jokowi dalam beberapa waktu terakhir.  Bahkan, Presiden berencana untuk membentuk kementerian investasi. Kementerian ini akan berfokus menangani investasi digital.

    Kendati demikian, Jokowi menyebut Indonesia tidak takut terhadap persaingan. Sebab, Indonesia bisa menghadapinya dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan yang dimiliki. Karena itu, kata dia, tidak ada pilihan lain selain harus berubah. 

    Menurut dia,cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Sehingga, strategi dan cara-cara baru harus diciptakan. “Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya. Sekali lagi, kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya,” kata Jokowi mengulangi sebanyak dua kali.

    Ekonom Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mesti memiliki target yang jelas bila ingin membentuk kementerian investasi. Sebab, bila tak dihitung matang, upaya tersebut malah berbuntut pemborosan. "Kalau output yang didapat tidak sesuai dengan input ya pemborosan," ujar Faisal saat dihubungi pada Kamis, 15 Agustus 2019.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.