Jusuf Kalla Berharap Indonesia Tumbuhkan Lebih Banyak Industri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin, saat bertemu di Acara Hari Ulang Tahun Majelis Ulama Indonesia ke-44 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 27 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin, saat bertemu di Acara Hari Ulang Tahun Majelis Ulama Indonesia ke-44 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 27 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Indonesia bisa menumbuhkan lebih banyak jenis industri. JK mengatakan saat ini Indonesia baru di tahap awal transformasi perubahan dari negara agraris menuju negara industri.

    "Tentu ini harus lebih banyak lagi yang kita harus transform, masih banyak lagi sumber daya alam yang kita impor begitu saja," kata Kalla saat menjadi pembicara di Seminar Nasional Transformasi Ekonomi Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Agustus 2019.

    JK mengatakan saat ini memang masih banyak barang mentah yang diekspor ke luar negeri. Ia mencontohkan batu bara dan karet diekspor begitu saja dalam bentuk mentah.

    Ia mengatakan transformasi barang mentah ini dibutuhkan agar lapangan kerja lebih banyak terbuka, akibat pembangunan industri. Hal ini pernah dibangun Indonesia pada tahun 60-an.

    Indonesia menjadi pengimpor mobil utuh hingga saat ini telah menjadi negara produsen. JK mengatakan keberhasilan lain yang diraih dari transformasi industri adalah minyak sawit yang diekspor dalam bentuk CPO hingga oleokimia.

    "Jadi di beberapa tempat sebenarnya dalam bidang ekonomi kita sudah terjadi transformasi. Tapi tentu ini harus lebih banyak lagi yang kita harus transform, masih banyak lagi sumber daya alam yang kita ekspor begitu saja," kata dia.

    Ia pun menegaskan transformasi ekonomi dari berbasis bahan baku menjadi produk hilir ini harus dilakukan. Pasalnya, ia menilai kesejahteraan bagi masyarakat bisa lebih cepat diraih jika Indonesia bergerak menjadi negara industri.

    "Kita punya tugas. Kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu bagaimana meningkatkan kemakmuran yang adil di negeri ini," kata Jusuf Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?