Bos Grab Blak-blakan soal Diberi PR oleh Luhut di Danau Toba

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (tengah) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kedua kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (ketiga kiri), CEO Tokopedia William Tanuwijaya (kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. ANTARA

    Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (tengah) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kedua kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (ketiga kiri), CEO Tokopedia William Tanuwijaya (kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata blak-blakan soal permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat menyambangi Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba di Sumatera Utara pada pekan lalu. Ridzki mengatakan Luhut meminta Grab Indonesia turut mengembangkan daerah wisata unggulan tersebut.

    “Kami bisa support (dukung) sosialisasinya. Kan Grab ada di 8 negara, jadi kami akan sosialisasikan kawasan wisata Danau Toba ke negara-negara itu,” ujar Ridzki saat ditemui Tempo di kantornya, Gama Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Pemerintah sebelumnya telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang masuk golongan 10 Bali Baru. Beserta empat daerah wisata lainnya, yakni Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, Danau Toba terhitung sebagai empat destinasi yang ditunjuk sebagai kawasan dengan pengembangan super-prioritas.

    Ridzki memastikan Grab Indonesia berkomitmen membantu pemerintah mempercepat pengembangan KSN Danau Toba. Nantinya, ujar dia, perusahaan tak hanya ikut mendukung dari sisi menyebarluaskan informasi seputar destinasi, namun juga terjun sebagai pelaku wisata.

    Menurut Ridzki, Grab Indonesia telah menyediakan sejumlah program. Di antaranya penyediaan aplikasi pemesanan hotel. Dalam hal ini, Grab Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan penyedia pemesanan hotel berbasis online, yakni Booking.com.

    “Lalu rencananya kami juga buatkan paket tur 3 hari 2 malam,” ucapnya. Paket wisata itu menawarkan penjelajahan ke destinasi-destinasi potensial di seputar Danau Toba, yang meliputi daerah Balige, Tarutung, Parapat, Silangit, hingga Pematang Siantar.

    Dengan lini bisnis utamanya di bidang pemesanan transportasi, tentu menurut Ridzki, Grab Indonesia bakal menyediakan pilihan sewa mobil bagi para pelancong. “It’s all about promotion, booking, dan experience (ini semua tentang promosi, pemesanan, dan pengalaman,” tuturnya.

    Ditemui terpisah di kantornya pada Juli lalu, Luhut menyatakan ketertarikannya menggandeng dua unicorn di Indonesia untuk mempopulerkan Danau Toba ke kancah dunia. Selain Grab, Luhut sejatinya juga melirik pesaingnya, yakni Gojek.

    Luhut mengklaim perusahaan besutan Nadiem Makarim itu telah bersedia menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan KSN Danau Toba. “Saya pikir jadi bagus banget. Grab dan Gojek mau (membantu),” ucap Luhut.

    ANDI IBNU | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.