Dongkrak Investasi, Jokowi Minta Swasta Lebih Berperan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyampaikan paparan pendahuluan ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Sidang ini dihadiri semua menteri kabinet kerja dan para kepala lembaga non-kementerian. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi menyampaikan paparan pendahuluan ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Sidang ini dihadiri semua menteri kabinet kerja dan para kepala lembaga non-kementerian. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan pentingnya peran pemerintah agar tercipta ekosistem yang baik agar sektor swasta bisa tumbuh dan berkembang. "Poinnya ada di situ," ujarnya dalam kata pengantar sebelum rapat Sidang Kabinet Paripurna membahas Rancangan Undang-undang beserta Nota Keuangan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2020 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019.

    Dalam Sidang Kabinet yang diikuti oleh hampir seluruh menteri Kabinet Kerja tersebut, Jokowi menyatakan APBN hanya berkontribusi sekitar 14,5 persen dalam Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia. 

    Jokowi menyebutkan, pemerintah harus mendorong investasi secara besar-besaran agar bisa tumbuh dengan baik sehingga lapangan pekerjaan bisa terbuka sebanyak-banyaknya. Salah satunya karena ekonomi global masih penuh ketidakpastian pada 2020.

    Oleh karena itu, RAPBN 2020 diharapkan dapat menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal yang ada. RAPBN 2020 juga diharapkan dapat memperlihatkan arah politik anggaran Indonesia pada masa mendatang, yang ingin fokus dalam investasi Sumber Daya Manusia (SDM) secara besar-besaran.

    Selain itu, Jokowi ingin APBN menjadi instrumen utama untuk akselerasi daya saing ekonomi Indonesia, terutama daya saing ekspor dan investasi. "Seperti yang sudah sering saya sampaikan. Saya juga minta dipastikan RAPBN 2020 dikelola secara fokus, dikelola terarah, dan bisa tepat sasaran, dan manfaatnya dirasakan rakyat," katanya.

    Menurut Jokowi, investasi SDM tidak bisa ditunda-tunda lagi karena pembangunan SDM memerlukan kehadiran negara. Oleh karena itu, anak Indonesia sejak dari kandungan, bayi sampai masa emas harus diperhatikan sehingga angka stunting tidak naik.

    "Kemudian juga kualitas sistem pendidikan dan pelatihan yang harus betul-betul dirancang dengan cara-cara yang baru. Sebab itu, reformasi di bidang pendidikan dan pelatihan menjadi kunci, baik pelatihan vokasi maupun pendidikan vokasi," tutur Jokowi.

    Terkait riset dan inovasi, Jokowi berharap Badan Riset Nasional bisa segera diselesaikan sehingga Indonesia tidak tertinggal dalam era disrupsi teknologi saat ini. Badan Riset Nasional merupakan sebuah badan yang berperan mengoordinasikan semua instansi penyelenggara riset serta pengembangan teknologi di Indonesia. Lembaga ini ditargetkan dapat terwujud pada 2020.         

    BISNIS                    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.