Layanan Konsumen OJK Normal Kembali Pasca Pemadaman Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat melihat maket Gedung Kantor OJK DIY yang dibangun di Jalan Sudirman 32 Yogyakarta, Sabtu, 22 Juni 2019. (Dok. OJK)

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat melihat maket Gedung Kantor OJK DIY yang dibangun di Jalan Sudirman 32 Yogyakarta, Sabtu, 22 Juni 2019. (Dok. OJK)

    TEMPO.CO, Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan layanan konsumen OJK melalui jaringan telepon 157 sudah beroperasi normal setelah gangguan sejak Senin pagi akibat padamnya listrik dan jaringan telekomunikasi yang membuat layanan tersebut tidak beroperasi.

    "Dengan ini diberitahukan Sistem Layanan Konsumen OJK d 157 telah beroperasi kembali secara normal. Dengan ini, pengumuman sebelumnya terkait gangguan layanan, kami cabut," tulis Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dalam pengumumannya di Jakarta, Senin

    Sebelumnya, masyarakat tidak dapat menggunakan kontak telepon 157 untuk mengadukan layanan pada industri jasa keuangan. Menurut OJK, gangguan tersebut karena padamnya listrik dan jaringan telekomunikasi yang terjadi sejak Minggu siang, 4 Agustus 2019.

    Senin pagi tadi, masyarakat hanya dapat menyampaikan pengaduan, penjelasan maupun menyampaikan informasi mengenai industri jasa keuangan melalui surat elektronik ke alamat konsumen@ojk.go.id, atau kontak layanan percakapan instan Whatsapp pada nomor 081157157157. Selama gangguan, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan ke surat bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Up. Direktorat Pelayanan Konsumen Menara Radius Prawiro Lt.2 Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin no. 2 Jakarta Pusat, 10530.

    Dalam keterangan pada Senin ini, PT Perusahaan Listrik Negara Persero atau PLN selaku perusahaan operator sumber daya listrik di Indonesia, menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi dan melumpuhkan sebagian besar wilayah Jawa ini akibat gangguan pada jaringan utara, transmisi Ungaran dan Pemalang, pada pukul 14.45 WIB Minggu. Gangguan ini menyebabkan aliran listrik ke barat dari timur terhambat dan diikuti gangguan di pembangkit sisi tengah dan Jawa Barat.

    Secara otomatis dengan adanya gangguan itu, transfer daya dari timur ke barat sebesar 2.000 megawatt pindah menuju sistem jalur selatan.

    Selain itu pada Minggu, 5 Agustus 2019, PLN melakukan pemeliharaan jaringan di sistem bagian selatan sehingga yang beroperasi hanya satu sirkuit.

    "Dan pada waktu pindah dari Ungaran dan ke Pedan dan ke Kasugihan dan Tasikmalaya inilah membuat guncangan dalam sistem dan guncangan ini kemudian secara proteksi, secara pengamanan sistem ini kemudian melepas, dan yang dilepas adalah Kasugihan, Tasikmalaya kemudian melepas dari sistem sehingga aliran pasokan daya dari timur ke barat mengalami putus," jelas Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN Persero Sripeni Inten

    Dia menjelaskan pasokan listrik ke wilayah timur masih bertegangan yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Yogyakarta. Tegangan listrik yang turun menyebabkan pembangkit-pembangkit di kawasan barat Pulau Jawa mengaktifkan otomasi proteksi dengan melepaskan arus listrik dari sistem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.