Mati Listrik, Bank Mandiri Pastikan Layanan Utama Perbankan Berjalan Normal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Mandiri. TEMPO/Subekti

    Bank Mandiri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Rohan Hafas memastikan layanan perbankan utama beroperasi normal saat mati listrik siang ini. Hal itu, kata dia, karena seluruh jaringan kantor cabang Bank Mandiri memiliki genset untuk memback-up pasokan listrik.

    "Meski demikian, kami memperkirakan beberapa ATM yang berlokasi di luar cabang Bank Mandiri atau di gedung yang tidak memiliki genset, akan mengalami gangguan karena daya tahan baterai (UPS) hanya untuk 1-2 jam," kata Rohan Hafas dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Agustus 2019.

    Bank Mandiri, kata dia, saat ini juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola-pengelola gedung untuk memastikan dan memonitoring ketersediaan pasokan listrik untuk ATM dan EDC Bank Mandiri.

    Untuk layanan mandiri online, lanjut Rohan, juga dipastikan tetap berjalan normal. Namun, layanan ini dapat terimbas jika jaringan seluler di lokasi nasabah terganggu.

    "Kami terus memastikan bahwa layanan perbankan Bank Mandiri tetap berfungsi untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan masyarakat," ujar Rohan.

    Adapun sebelumnya Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN resmi menyampaikan permohonan maaf atas padamnya aliran listrik di sejumlah daerah di Jakarta hingga Jawa Barat. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menyebut putusanya aliran listrik terjadi karena gangguan pada sejumlah pembangkit PLN.

    “Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangannya di Jakarta.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.