Duit Rp 10 M Belum Dikembalikan Nasabah, Bank Mandiri: Itu Kecil

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Rohan Hafas saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Rohan Hafas saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Bank Mandiri mengalami error pada 20 Juli silam, tercatat ada nasabah yang saldonya berkurang, namun ada juga yang mendadak bertambah. Direktur Bisnis dan Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Hery Gunadi mengatakan terdapat 2.600 nasabah saldonya bertambah dan langsung menarik duit itu.

    Menurut Hery, sampai saat ini masih sekitar 260 nasabah yang belum mengembalikan uang kepada Bank Mandiri. Adapun nilai total saldo yang belum dikembalikan mencapai sekitar Rp 10 miliar. Namun, Bank Mandiri tidak akan memberi sanksi bagi nasabah yang belum mengembalikan itu.

    "Kelebihan memang ada yang narik tapi kita lakukan pendekatan persuasif. Kita ngomong baik-baik diajak bicara akhirnya mereka sadar. Kalau tidak ada kesalahan tidak lakulan apa-apa itu tanggung jawab bank," ujar Hery di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019.

    Namun, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, saldo yang belum kembali itu terhitung relatif kecil bila dibandingkan nilai total akumulasi tabungan nasabah yang mencapai Rp 1.000 triliun. 

    "Mereka narik lewat mobile banking. Itu gampang. Intinya kecil banget, mungkin sekarang di bawah Rp 10 M. Kecil. Maaf ya, Rp 10 miliar mungkin kedengarannya besar, tapi dari sisi jumlah nasabah dengan akumulasi Rp 1.000 triliun, itu kecil," kata Rohan Hafas. 

    Menurut dia, nilai di bawah Rp 10 miliar itu juga bukan berpotensi hilang, karena Bank Mandiri sudah melakukan pendekatan langsung. Pihak bank juga sudah mengenal nasabah-nasabah tersebut. "Yang belum mengembalikan itu terdapat beberapa alasan, seperti ada yang masih di luar negeri," Rohan menambahkan.

    Pada Sabtu, 20 Juli 2019 pagi, Bank Mandiri mengalami gangguan yang membuat saldo nasabah bertambah maupun berkurang secara drastis pada Sabtu pagi. Gangguan itu terjadi akibat adanya error saat akan dilakukan perpindahan dan pemeliharaan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan setiap akhir hari. Sekitar 10 persen nasabah Bank Mandiri mengalami kehilangan atau pertambahan saldo secara tiba-tiba.

    Layanan Bank Mandiri telah kembali beroperasi 100 persen pada Sabtu sore, 20 Juli 2019.  Keluhan dari nasabah sebelumnya muncul di sejumlah daerah maupun lewat media sosial. Pasca proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi Mandiri online, internet banking, SMS banking, ATM dan EDC.

    HENDARTYO HANGGI | EKO WAHYUDI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.