Viral Wanita Rela Digilir untuk Bayar Utang Fintech,Ini Kata AFPI

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menimbang Dua Sisi Fintech Lending

    Menimbang Dua Sisi Fintech Lending

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Etik Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Andre Rahardian urun bicara menanggapi poster wajah perempuan yang viral karena mengaku rela digilir untuk membayar utangnya ke salah satu perusahaan financial technology atau fintech. Menurut dia, itu merupakan tindakan dari fintech ilegal yang tidak terdaftar di asosiasi.

    "Kalau kita ilegal tidak bisa proses karena tidak masuk Asosisasi," kata Andre di Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juli 2019.

    Namun Andre mengatakan, asosiasi akan membantu untuk melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kepolisian. Karena ranah ini sudah kejahatan tindak pindana yang membuat nasabah untuk melunasi utang dengan cara tidak manusiawi.

    "Kasus ini bisa dilaporkan ke cyber crime, kalau perlu kita bantu laporkan ke pihak kepolisian," ujar dia.

    Andre menjelaskan, jika peer to peer lending atau pinjaman online tersebut sudah terdaftar di AFPI, maka akan ada tindakan tegas dari asosiasi. Dalam prosesnya tutur Andre,  apabila fintech itu terdaftar di AFPI akan  dipanggil terlebih dahulu untuk melapor. "Kita tanya isunya bagaimana dan fintechnya ditanya tentang kasusnya seperti apa," ujarnya.

    Lalu laporan itu akan dievaluasi untuk mengetahui apakah ada unsur yang menyalahi aturan penagihan. Setelah memenuhi faktor yang tidak sesuai maka akan dijatuhi sanksi. "Ada tiga bentuk sanksi, pertama peringatan, lalu kedua pencabutan sementara, ketiga pencabutan permanen," ungkap Andre.

    Sebelumnya foto poster wajah Yuliana Indrati tersebar sejak kemarin, Selasa, 23 Juli 2019. Di poster itu terlihat foto wanita yang mengenakan kaos putih bergaris horisontal hitam dengan tulisan di bawah foto.

    Pada foto yang viral tersebut tertulis nama Yuliana Indriati dan keluarga Kristina. "Dengan ini saya menyatakan bahwa saya rela digilir seharga Rp 1.054.000 untuk melunasi hutang saya di aplikasi INCASH. Dijamin puas," seperti dikutip dari tulisan di bawah foto Yuliana. Di dalam poster itu juga tercantum nomor ponsel Yuliana.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.