Diisukan Kembali Masuk Kabinet Jokowi, Ini Respons Budi Karya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti (kanan) melakukan pemeriksaan langsung pesawat yang akan melayani penerbangan mudik dan balik Lebaran di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Dalam sidaknya Menhub meminta para petugas bagian inspeksi Kementerian Perhubungan benar-benar memeriksa pesawat laik atau tidaknya untuk terbang. ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti (kanan) melakukan pemeriksaan langsung pesawat yang akan melayani penerbangan mudik dan balik Lebaran di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Dalam sidaknya Menhub meminta para petugas bagian inspeksi Kementerian Perhubungan benar-benar memeriksa pesawat laik atau tidaknya untuk terbang. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tertawa saat ditanya soal kesiapannya menjadi menteri pada kabinet kedua Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, namun ia tertawa keras kemudian melanjutkan langkah menuju mobil.

    "Hehehehe," kata Budi peninjauan proyek pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad, 21 Juli 2019.

    Menurut Budi, masih ada pekerjaan rumah di bidang perhubungan. Dia mengatakan menurut amanah presiden, Kementerian Perhubungan harus memastikan ketergunaan fungsi-fungsi transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan terminal, harus maksimal.

    Kementerian Perhubungan juga menunjang sektor-sektor yang paling menunjang dengan meningkatkan tiga hal yaitu investasi, ekspor, dan tourism. "Hal ini harus terus kita dukung. Investasi pasti. Investasi yang langsung dengan kita, kita dukung," ujar Budi. Dengan begitu ia yakin, pertumbuhan ekonomi akan lebih dari 5 persen, bahkan 6 persen.

    Sebelumnya, pada akhir April lalu Budi Karya meraih penghargaan sebagai menteri berprestasi versi Lembaga Kajian Nusantara (LKN) dan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI). Bersamaan dengan pemberian apresiasi itu, beredar kabar Budi Karya menjadi salah satu kandidat menteri Kabinet Kerja Jilid II Jokowi.

    Adapun ihwal penghargaan, Budi Karya meraih apresiasi tersebut tak sendiri. Ia menerima penghargaan bersama dengan Menteri Parawisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Kelimanya dinobatkan sebagai menteri dengan prestasi tinggi Kabinet Kerja.

    Kepada Tempo pada pertengahan April lalu, Budi Karya menceritakan cara Jokowi mengangkat menteri. Saat didapuk menggantikan Ignasius Jonan pada 27 Juli 2016 lalu, ia menyebut Jokowi tak memberi tahunya jauh-jauh hari.

    "Hari itu dilantik, hari itu pula saya baru diberi tahu kalau jadi Menteri Perhubungan," kata Budi Karya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat. Ia mengakui, pengangkatan menteri oleh Jokowi penuh kejutan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.