Kemenhub Kaji Angkutan O - Bahn, Lebih Murah dari Transjakarta?

Reporter

Bus O-Bahn. redigest.web.id

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan segera mengkaji penerapan O - Bahn, angkutan umum perpaduan antara Bus Rapid Transit alias BRT dan Light Rail Transit alias LRT. Moda ini diklaim lebih efisien dari Transjakarta, kendati modal pembangunannya bisa lebih mahal.

Baca juga: Menhub Kaji Angkutan O-Bahn, Perpaduan BRT dan LRT

"Secara umum, pembangunan O-Bahn 20 persen lebih mahal dari Busway. Tapi biaya operasi bisa lebih murah karena dibandingkan dengan total produksinya," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri di acara Ngobrol Seru Transportasi Kementerian Perhubungan di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Ahad, 23 Juni 2019.

Berdasarkan referensi yang digunakan Kementerian Perhubungan, biaya modal untuk O-Bahn adalah A$ 0,14 per penumpang per kilometer dengan rata-rata panjang lintas 11 kilometer. Adapun biaya operasinya adalah sebesar A$ 0,22 per penumpang per kilometer, sehingga biaya totalnya adalah A$ 0,36 per penumpang per kilometer.

Adapun untuk bus lain biaya modalnya adalah A$ 0,10 per penumpang per kilometer dengan panjang rata-rata lintasan 8 kilometer. Sementara biaya operasinya adalah A$ 35 per penumpang per kilometer, sehingga biaya totalnya adalah A$ 0,45 per penumpang per kilometer.

Sementara kereta dengan panjang lintas rata-rata 20 kilometer biaya modalnya adalah A$ 0,26 per penumpang per kilometer dan biaya operasi A$  0,19 per penumpang per kilometer. Sehingga biaya totalnya adalah A$ 0,45 per penumpang per kilometer.

Dengan lintasan khusus, O-Bahn juga lebih unggul dari BRT biasa karena kecepatannya bisa lebih cepat. Misalnya saja saat O-Bahn diterapkan di Nagoya, Jepang, bus yang sebelumnya hanya bisa menempuh kecepatan 12 kilometer per jam, kini bisa mencapai 30 kilometer per jam.

O-Bahn, ujar Zulfikri, sudah diterapkan di sejumlah negara seperti Cina, Australia, dan Jepang. Pada mulanya, ide angkutan umum ini muncul dari daerah-daerah yang tidak terakses angkutan kereta, misalnya sejumlah lokasi di Adelaide, Australia.

Mengenai kota yang tepat untuk diterapkan angkutan moda anyar itu, Zulfikri berujar perlu kajian mendalam. Karena itu, ia pun belum bisa memastikan kapan O-Bahn bisa diterapkan di Indonesia. "Kami segera mendiskusikan dan lakukan kajian yang lebih detail."

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan O-Bahn adalah transportasi massal perkotaan berbasis smart train. "Jadi bus ini menggunakan rel di tempat tertentu, tapi juga menggunakan jalan pada umumnya yang digunakan bus," ujar Budi.

Budi mengatakan gagasan itu muncul sebagai jawaban dari permintaan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kemacetan di sejumlah kota besar di Indonesia. Kota yang disebut Budi antara lain Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Palembang, hingga Yogyakarta.

Munculnya O - Bahn, kata Budi, bisa merevolusi transportasi umum di Indonesia dan bisa membuat perjalanan masyarakat lebih mudah. "Dengan mengedepankan smart city. Kemenhub sedang melakukan kajian tentang transportasi ini untuk diterapkan di Indonesia."






Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

1 hari lalu

Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

Setelah penunjukan seorang politisi batal, Malaysia kemungkinan menunjuk diplomat karier sebagai dubesnya di Jakarta yang lowong sejak April lalu.


Tarif Angkutan Penyeberangan Naik, Kemenhub: Kami Mendengar Suara Operator Kapal

2 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Naik, Kemenhub: Kami Mendengar Suara Operator Kapal

Kemenhub menyatakan sudah mendengarkan suara Gapasdap sebelum menaikkan tarif angkutan penyeberangan.


Kemenhub Umumkan Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi

2 hari lalu

Kemenhub Umumkan Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi

Penyesuaian tarif angkutan penyeberangan ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan ditandatangani pada 28 September 2022.


Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

3 hari lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

8 hari lalu

Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

Sejumlah aplikator, menurut pengemudi ojek online, telah memotong komisi di atas 15 persen.


Cerita Driver Online yang Tarifnya Dipotong Aplikator 35 Persen

9 hari lalu

Cerita Driver Online yang Tarifnya Dipotong Aplikator 35 Persen

Pekan lalu, Driver Online Indonesia atau Drone berunjuk rasa di kantor Grab Indonesia dan Gojek.


LRT Jabodebek Dievaluasi Konsultan Inggris, Depo Belum Siap

12 hari lalu

LRT Jabodebek Dievaluasi Konsultan Inggris, Depo Belum Siap

LRT Jabodebek yang semula direncanakan beroperasi Agustus 2022 mundur menjadi Juli 2023.


Pengoperasian LRT Jabodebek Molor Lagi, KAI Berharap Pembengkakan Biaya Tak Bertambah

12 hari lalu

Pengoperasian LRT Jabodebek Molor Lagi, KAI Berharap Pembengkakan Biaya Tak Bertambah

Molornya jadwal pengoperasian LRT Jabodebek membuat KAI kehilangan potensi pendapatan dari penjualan tiket.


Rangkaian Masalah Kereta Ringan

14 hari lalu

Rangkaian Masalah Kereta Ringan

Penundaan pengoperasian komersial kereta ringan itu dinilai penting.


Tak Cuma Motor Listrik, Pemerintah Juga Bikin Regulasi Mobil Listrik Konversi

17 hari lalu

Tak Cuma Motor Listrik, Pemerintah Juga Bikin Regulasi Mobil Listrik Konversi

Pemerintah telah menggulirkan regulasi baru yang mengatur soal konversi mobil berbahan bakar minyak menjadi mobil listrik baterai.