Pajak Penghasilan Badan Turun, Bos Lippo: Bagus Sekali

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya (kanan) bersama Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli (kiri) menjawab pertanyaan Wartawan pada acara Grand Launching Meikarta di MaxxBox Cikarang, Jawa Barat, 17 Agustus 2017. Pembangunan proyek Meikarta ditargetkan mencapai 500 hektar, hingga hari ini telah terjual sebanyak 99.313 unit. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya (kanan) bersama Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli (kiri) menjawab pertanyaan Wartawan pada acara Grand Launching Meikarta di MaxxBox Cikarang, Jawa Barat, 17 Agustus 2017. Pembangunan proyek Meikarta ditargetkan mencapai 500 hektar, hingga hari ini telah terjual sebanyak 99.313 unit. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk. Ketut Budi Wijaya, menyambut dengan baik tentang rencana pemerintah memangkas pajak penghasilan (PPh) badan atau perusahaan dari semula 25 persen menjadi 20 persen. Ini menjadi angin segar bagi para pengusaha di Indonesia.

    Baca: Sri Mulyani: PPh Badan Di-Exercise Turun ke 20 Persen

    "Bagus sekali dong. Itu usaha pemerintah dalam menurunkan rate pajak," kata Budi seusai Halal Bihalal Lippo Karawaci, di Jakarta Pusat, 20 Juni 2019.

    Hal itu merespons pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebutkan pihaknya tengah mengkaji rencana penurunan pajak penghasilan (PPh) badan atau perusahaan dari semula 25 persen menjadi 20 persen.

    Rencana penurunan pajak penghasilan itu, menurut Sri Mulyani, juga sejalan dengan penurunan seperti tax holiday ataupun tax allowance. Oleh karena itu pemerintah tengah mendorong revisi Undang-undang No. 36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 7 Tahun 1983 terkait PPh. 

    Dengan adanya rencana ini, kata Budi, dapat mendorong peningkatan penerimaan negara dari pajak. "Dengan makin banyak yang bayar pajak dan juga akan ada insentif untuk membuka investasi baru. Saya rasa itu harapan kita semua dan harapan pemerintah juga," kata dia.

    Lebih jauh Budi menilai, dengan adanya penurunan besar pajak penghasilan, bukan berarti penerimaan negara akan berkurang. Tetapi, dengan ekspansi pajak maka penerimaan pajak secara keseluruhan akan meningkat.

    Namun besaran PPh badan yang direncanakan turun menjadi 20 persen oleh pemerintah, menurut Budi, masih kurang kompetitif. Pasalnya, tarif PPh di Singapura kini berada di level 17 persen.

    Baca: Sri Mulyani: Pensiunan Sampai Youtuber Tetap Bayar Pajak

    Namun begitu, Budi sangat optimistis dengan keadaan ekonomi Indonesia saat ini. Pasalnya, tingkat daya saing perekonomian ekonomi Indonesia terus naik, bahkan belakangan ini naik drastis dan itu sangat positif bagi suasana bisnis dalam negeri.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.