AirAsia Promo 5 Juta Kursi, Tiket Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat A330-900 AirAsia X

    Pesawat A330-900 AirAsia X

    TEMPO.CO Jakarta – Maskapai AirAsia menggelar promo Big Sale mulai Ahad, 16 Juni 2019. Dalam program itu, perusahaan menyediakan 5 juta kursi yang akan dijual dengan harga murah.

    Baca juga: AirAsia Tambah 5 Pesawat Airbus A320-200 Hingga Akhir Tahun

    “Big sale siap dipesan bagi siapa pun yang ingin terbang menikmati liburan ke berbagai destinasi internasional maupun domestik,” ujar Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taber dalam siaran persnya pada Senin, 17 Juni 2019.

    Kursi promo itu dijual untuk penerbangan sekali jalan. Adapun harga yang ditawarkan berkisar mulai Rp 150 ribu untuk rute mancanegara, seperti rute Jakarta menuju Singapura. Sedangkan tiket seharga Rp 230 ribu dipatok untuk perjalan Medan menuju Penang, Malaysia.

    Selanjutnya, untuk rute domestik, AirAsia menjual tiket pesawat dari Surabaya ke Bali dijual seharga Rp 359 ribu. Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya. 

    Manajemen AirAsia menjelaskan, pemesanan dapat dilakukan melalui laman resmi AirAsia.com atau aplikai Airasia hingga 19 Juni 2019 pukul 23.00 WIB. Adapun periode terbang untuk tiket promo ini berlaku mulai 1 November 2019 hingga 8 September 2020.

    AirAsia memberi tenggat waktu tambahan bagi anggota AirAsia BIG serta pemegang Kartu Kredit AirAsia Permata Bank untuk memanfaatkan tiket promo. Anggota AirAsia BIG serta pemegang Kartu Kredit AirAsia Permata Bank dapat memesan tiket promo sejak 15 Juni 2019 pukul 23.00 WIB.

    Selain menyediakan 5 juta kursi promo, AirAsia akan menggratiskan biaya pemrosesan jika konsumen bertransaksi dengan BigClick. Biaya pemrosesan gratis BigClick berlaku untuk pemesanan antara 10-30 Juni 2019 dengan syarat dan ketentuan berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.