Garuda Indonesia Jelaskan Soal Penipuan Lowongan Kerja

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. facebook.com

    Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengkonfirmasi adanya lowongan kerja untuk posisi Content Developer dan Writer Garuda Indonesia yang dimuat dalam sebuah portal. Menurut dia, lowongan tersebut tidak ada dan bukan berasal dari perusahaannya.

    Baca juga: Kemenkeu Duga Audit Lapkeu Garuda Tak Penuhi Standar Akuntansi

    "Itu penipuan, karena emailnya bukan email garuda," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Public Relations Garuda Indonesia Dicky Irhamsyah juga mengatakan lowongan kerja tersebut tidak valid karena penerimaan resmi hanya melalui website resmi, career.garuda-indonesia.com.

    Hingga saat ini, lowongan kerja tersebut masih terpampang. Lowongan ini menjanjikan sejumlah posisi lain yang dibuka seperti Account Receivable (AR), Site Manager, Secretary, Building Manager (BM), Supervisor Tekni, Insinyur Staf Sipil, Account Receivable (Ar).

    Dicky menyampaikan bahwa indikasi penipuan lowongan kerja di Garuda Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya juga pernah ada surat pemberitahuan berlogo Garuda Indonesia yang memuat nama sejumlah peserta yang disebut memenuhi persyaratan administrasi dan kualifikasi untuk rekrutmen calon karyawan.

    Surat ini bahkan bahan dilengkapi dengan alamat resmi kantor pusat Garuda Indonesia dan sekilas tampak seperti surat asli. Namun jika diteliti lagi, surat tertanggal 14 Juni 2019 ternyata diteken oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury. Padahal, Pahala telah meninggalkan Garuda Indonesia sejak September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.