Asumsi Pertumbuhan 2020 5,3-5,6 Persen, Sri Mulyani:Masih Terukur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. ANTARA

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2020 yang sebesar 5,3-5,6 persen masih terukur. Meski demikian, untuk mencapainya, pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perlambatan ekonomi global.

    Baca: Sri Mulyani Beli Buah Tangan untuk Cucu Bersama Bos IMF di Jepang

    Saat memberi tanggapan dalam Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Selasa, Sri Mulyani mengatakan rentang atas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen tidak mustahil dicapai pada 2020. Hal itu tidak mustahil jika semua unsur dari kontributor pertumbuhan ekonomi dapat terwujud.

    "Mengenai pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 5,3-5,6 persen, pemerintah berpendapat perlunya sikap kehati-hatian namun penting untuk menjaga optimisme yang terukur," ujar Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa 11 Juni 2019.

    Pernyataan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berlandaskan pada tren terjaganya pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor dengan dukungan belanja pemerintah secara proporsional. Hal-hal tersebut merupakan modal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target.

    "Perkiraan batas bawah menunjukkan risiko global yang meningkat, sedangkan perkiraan proyeksi batas atas menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi apabila semua unsur penyumbang pertumbuhan dapat diwujudkan," ujar Sri Mulyani.

    Pemerintah, ujarnya, akan menjaga konsumsi melalui pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, program bantuan sosial juga digulirkan untuk mendorong pemerataan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah.

    Baca: Di Forum G20, Sri Mulyani Soroti Pajak di Era Digital

    Sejalan dengan itu, pemerintah mesti meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak arus modal global, seperti yang terjadi pada 2018, yang berpotensi melemahkan investasi.

    "Sementara itu, untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekspor akan diupayakan melalui kerja sama perdagangan bilateral, seperti dengan Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Asia Tengah," Sri Mulyani menambahkan.

    ANTARA | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.