Singapura Menggeser AS Sebagai Ekonomi Paling Kompetitif di Dunia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana malam air terjun Rain Vortex yang dipadati pengunjung, di dalam Jewel Changi Airport, Singapura, Kamis, 11 April 2019. Selain dilengkapi air terjun buatan, terminal baru ini dipercantik dengan taman yang mengelilingi Rain Vortex. REUTERS/Feline Lim

    Suasana malam air terjun Rain Vortex yang dipadati pengunjung, di dalam Jewel Changi Airport, Singapura, Kamis, 11 April 2019. Selain dilengkapi air terjun buatan, terminal baru ini dipercantik dengan taman yang mengelilingi Rain Vortex. REUTERS/Feline Lim

    TEMPO.CO, Jakarta -Singapura tercatat sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia dalam peringkat tahunan dari 63 ekonomi yang dirilis oleh perusahaan riset IMD World Competitiveness Centre yang berbasis di Swiss.

    BACA: Singapura Denda Pembuang Karet Gelang di Jalan Rp 3,1 Juta

    Kembalinya Singapura ke posisi teratas merupakan yang pertama kali terjadi sejak 2010. Penyebabnya adalah karena infrastruktur teknologi canggih, ketersediaan tenaga kerja terampil, undang-undang imigrasi yang kompetitif selain faktor cara efisien untuk mendirikan bisnis baru, menurut laporan itu seperti dikutip ChannelNwsAsia.com, Rabu, 29 Mei 2019.

    Dari empat kategori utama yang dinilai, Singapura berhasil masuk lima besar untuk tiga penilaian di antaranya kinerja ekonomi (5), efisiensi pemerintah (3) dan efisiensi bisnis (5). Untuk kategori infrastruktur, negara itu berada di peringkat keenam.

    BACA: Jawaban Ngeles Kaesang Soal Belum Lulus Kuliah di Singapura

    Hong Kong, satu-satunya ekonomi Asia di 10 besar, berada di posisi kedua karena pajak yang bersahabat selain kondisi kebijakan bisnis yang baik dan akses ke keuangan bisnis yang mudah. Sedangkan Amerika Serikat, yang merupakan pemimpin tahun lalu, merosot ke posisi ketiga.

    Laporan tersebut, yang telah dirilis setiap tahun sejak 1989, menyebutkan bahwa kepercayaan tahap pertama kebijakan pajak Presiden AS Donald Trump “tampaknya telah memudar”.

    AS juga juga dilanda harga bahan bakar yang lebih tinggi, ekspor teknologi tinggi yang melemah serta fluktuasi nilai dolar AS, menurut para peneliti lembaga itu.

    Berada di posisi lima adalah Swiss dan Uni Emirat Arab. Keduanya bergerak naik satu tingkat karena pertumbuhan ekonomi. Selain itu stabilitas mata uang dan infrastruktur berkualitas kedua negara juga bagus.

    Uni Emirat Arab naik dua posisi menjadi peringkat kelima karena kinerja yang kuat di bidang bisnis dan efisiensi pemerintah.

    Sedangkan Indonesia berada di peringkat 32 dari 235 indikator yang dipertimbangkan. Indonesia melompati 11 peringkat sekaligus tercatat sebagai penggerak terbesar di kawasan berkat peningkatan efisiensi di sektor pemerintah, serta infrastruktur dan kondisi bisnis yang lebih baik.

    Sedangkan Thailand di peringkat ke-25 atau maju lima tingkat akibat didorong oleh peningkatan investasi asing langsung dan produktivitas yang tinggi.

    Baca berita tentang Singapura lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.