Selasa, 17 September 2019

Boeing 737 Max 8 Digrounded, Lion Air Akui Rugi US$ 50 Juta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]

    Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen maskapai penerbangan Lion Group tengah menghitung kerugian pasca-pesawat Boeing 737 Max 8-nya digrounded. Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro memprediksi, Lion berpotensi kehilangan pendapatan mencapai US$ 50 juta.

    Baca: Luhut Belum Tahu Boeing Akan Pindahkan Gugatan Lion Air JT 610

    "Kurang lebih segitu lah ya untuk 10 pesawat," ujar Daniel saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Kerugian yang mesti ditanggung Lion Air ini terhitung sejak otoritas penerbangan Amerika Serikat, The Federal Aviation Administration atau FAA, mengeluarkan larangan terbang untuk Boeing 737 seri Max pada Maret 2019. Larangan terbang itu dirilis sebagai buntut insiden kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Air yang menyebabkan ratusan nyawa melayang.

    Adapun 10 pesawat milik Lion Air yang dihentikan pengoperasiannya itu sekarang masih teronggok di kompleks hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. Meski pesawat menganggur, Lion Air memastikan perawatan armada tetap dilakukan.

    Saat ini, Lion Air masih menunggu pembaruan software untuk Boeing 737 seri Max yang saat ini tengah dirampungkan oleh perusahaan Boeing Co. Perangkat lunak itu dikabarkan masih menunggu persetujuan dari FAA. Setelah pembaruan dilakukan dan FAA memberikan rekomendasi, Boeing 737 seri Max baru dapat kembali mengudara.

    "Setelah FAA setuju, regulator kita juga harus menyetujui. Proses ini kita tunggu juga," ujar Daniel.

    Kerugian yang sama sebelumnya juga dialami maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Manajemen Garuda mengaku kehilangan potensi pendapatan lebih dari US$ 5 juta.

    Nilai kerugian maskapai pelat merah ini 10 kali lebih kecil ketimbang Lion Air karena perusahaan hanya mengoperasikan satu pesawat Boeing 737 seri Max.

    Baca: Boeing Akui Piranti Lunak Simulator 737 Max Bermasalah

    Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Captain Avirianto mengatakan, pihak regulator masih menunggu pembahasan lanjutan dari FAA terkait pembaruan software Boeing 737 Max 8. "Saat ini sedang diskusi dan pendalaman oleh FAA," ujarnya kepada Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.