Masa Mudik, Lima Bandara AP I Beroperasi 24 Jam

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim K-9 Pomal Lanudal Juanda memeriksa tas bawaan calon penumpang di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, 15 Januari 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku teror bom di Sarinah, Jakarta. ANTARA FOTO

    Anggota tim K-9 Pomal Lanudal Juanda memeriksa tas bawaan calon penumpang di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, 15 Januari 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku teror bom di Sarinah, Jakarta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama masa mudik Lebaran 2019, lima dari 14 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) akan beroperasi selama 24 jam nonstop. Kelima bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Internasional Lombok. 

    Baca: Mudik Lebaran Naik Kereta Luxury Sleeper, Tiket Dijual Besok

    Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan lima bandara tersebut dioperasikan selama satu hari penuh guna melayani permintaan dari maskapai. Menurut dia, pada hari biasa, Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Juanda,tidak beroperasi penuh selama 24 jam. "Tapi karena permintaan yang tinggi dari maskapai ya kedua bandara ini harus menambah jam operasi," kata dia Ahad, 26 mei 2019. 

    Penambahan jam operasi tersebut, tutur Faik, juga diimbangi dengan beberapa langkah mitigasi dalam bidang keamanan, bencana alam, maupun keterlambatan penerbangan. 

    Guna mengantisipasi gangguan keamanan, AP I telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri, Pemda, otoritas bandara, Badan SAR Nasional, dan Bea Cukai. Manajemen telah memberikan pengarahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pergerakan orang dan barang baik di terminal penumpang maupun kargo.

    Angkasa Pura I juga telah melakukan penambahan personel bantuan dari TNI dan Polri, bersama dengan Airport Security, untuk melaksanakan pengamanan dan patroli di daerah terminal dan sekitarnya. Personil keamanan gabungan selama angkutan Lebaran 2019 berjumlah 4.307 orang.

    Untuk antisipasi bencana alam, operator bandara di wilayah Tengah dan Timur Indonesia ini telah memiliki Airport Disaster Management Plan. Prosedur tersebut meliputi antisipasi gempa bumi, tsunami, erupsi, gunung berapi, angin puting beliung, hingga banjir. Terakhir, dalam contigency keterlambatan penerbangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pengamanan Bandara dan AirNav Indonesia maupun otoritas bandara.

    "Juga dengan Airport Duty Manager untuk menyusun rencana perpindahan gate keberangkatan," Faik menjelaskan.

    Baca juga: Jalan Tol se-Indonesia Diskon 15 Persen, Catat Jadwalnya

    Petugas internal, lanjut Faik, bertugas memastikan kelancaran lalu lintas kendaraan di area penjemputan dan penurunan pemudik. Selanjutnya, memastikan seluruh gerai, khususnya makanan dan minuman, untuk siap beroperasi selama jam operasi bandara.

    Baca berita lain tentang mudik lebaran di Tempo.co

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.