Lebaran 2019, Lion Air Siapkan 20.150 Kursi Tambahan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik pesawat tiba di bandara komersial Lanud Wiriadinata, Cibeurem, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 11 Juni 2018. Pihak Lanud Wiriadinata mencatat, pada arus mudik Lebaran 2018, penjualan tiket pesawat rute Tasikmalaya-Jakarta (Halim) atau sebaliknya mengalami peningkatan 35 persen. ANTARA

    Sejumlah pemudik pesawat tiba di bandara komersial Lanud Wiriadinata, Cibeurem, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 11 Juni 2018. Pihak Lanud Wiriadinata mencatat, pada arus mudik Lebaran 2018, penjualan tiket pesawat rute Tasikmalaya-Jakarta (Halim) atau sebaliknya mengalami peningkatan 35 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Lion Air Group mempersiapkan 20.150 kursi penerbangan tambahan (extra flight) selama masa angkutan Lebaran 2019 mendatang. "Khusus untuk layanan domestik," ujar Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan tertulis, Jumat 10 Mei 2019.

    Simak: Mudik Lebaran, Penjualan Tiket Pesawat Diprediksi Naik 300 Persen

    Danang menjelaskan, Lion Air bersiap menyediakan tambahan 62 penerbangan (11.718 kursi), Batik Air menambah 35 penerbangan (5.840 kursi) dan Wings Air juga menambah 36 penerbangan (2.592 kursi). " Lion Air Group akan menjalankan extra flight yang direncanakan efektif mulai 29 Mei – 20 Juli 2019," katanya.

    Periode tersebut, kata Danang, adalah puncak (peak season) arus mudik dan arus balik serta waktu yang banyak dipilih bagi kelompok millennial untuk traveling. Adapun dalam menentukan kota tujuan, Lion Air Group mempertimbangkannya berdasarkan hasil analisis pasar untuk rute terbaik yang memiliki permintaan tinggi, frekuensi terbang serta jam operasional bandar udara keberangkatan dan kedatangan.

    Menurut Danang, Lion Air Group berfokus melayani destinasi populer berdasarkan tingginya permintaan jasa angkutan udara.Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan tahun ini setara dengan 10-15 persen dari total kapasitas operasional regular (regular flight) maskapai.

    Sebelumnya, PT Angkasa Pura II telah menjanjikan sejumlah insentif khusus buat maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) selama masa angkutan Lebaran 2019. Namun, penerbangan tambahan itu syaratnya harus  dengan pesawat berbadan sedang (narrow body).  

    Baca: PT KAI: Tiket Sejumlah Kereta Api Tujuan Jawa Timur Habis Terjual

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan insentif tersebut berupa cash back yang diberikan 100 persen dari biaya jasa pendaratan pesawat. “Cash back untukextra flight ini khusus kami berikan supaya meringankan operasional maskapai dan di sisi lain jumlah penerbangan bertambah sehingga memastikan ketersediaan kursi bagi para pemudik,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya Sabtu 4 Mei 2019.

    Ada empat jenis cash back 100 persen diberikan Angkasa Pura II kepada maskapai penerbangan selama angkutan Lebaran 2019 ini. Keempat cash back itu adalah  New Route Incentives, New Airlines Entrance Incentives, Red Eye Incentives, dan Unschedule Flight Incentives. 

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.