Ramadan, Budi Waseso: Harga Daging Aman, Telur Sulit Dikendalikan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso mengatakan harga telur ayam, baik telur ayam kampung maupun telur ayam negeri, sulit dikendalikan menjelang Ramadan dan Lebaran 2019. Fluktuasi harga telur lebih kuat ketimbang harga kelompok daging, seperti daging ayam, daging sapi, dan daging kerbau.

    BACA: Bos Bulog Budi Waseso Akui Sempat Ada Beras Kedaluwarsa di Gudang

    "Saya bilang kemungkinan (harga yang sulit dikendalikan adalah) telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga," ujar Buwas saat dijumpai di kantor Kementerian BUMN, Ahad, 5 Mei 2019.

    Sebelum Ramadan, Buwas mengatakan Bulog sejatinya telah bekerja sama dengan para peternak telur ayam. Bulog meminta peternak memastikan stok telur aman agar tidak terjadi defisit pasokan saat Ramadan. Selain itu, Bulog membeli pasokan telur ayam dari peternak. Harapannya, fluktuasi harga dapat terkendali.

    Selain memastikan pasokan aman, Bulog telah mengupayakan dihelatnya operasi pasar. Operasi pasar dilakukan untuk mengecek cadangan pasokan serta memantau harga yang beredar di masyarakat.

    Meski sulit dikendalikan, Buwas meyakini harga telur ayam yang ditawarkan di pasaran bakal sama standarnya dengan telur saat hari-hari biasa. "Kami berusaha (harga telur yang beredar) seperti hari ini. Belinya kan hari ini, jadi kita akan jualnya seperti hari ini," ucapnya.

    Sementara itu, kelompok daging, seperti daging ayam, sapi, dan kerbau tidak akan mengalami fluktuasi harga tinggi lantaran banyaknya stok. Buwas mengatakan masyarakat di beberapa wilayah, khususnya Jawa, sudah mulai belanja daging sapi mentah sejak kemarim.

    "Daging itu dari jauh hari sudah dipotong. Jelang puasa ini sudah pada dipotong di beberapa wilayah," ujar Buwas yang menjelaskan ihwal pasokan daging selama Ramadan.

    Budi Waseso mencontohkan, pihaknya telah membeli daging ayam dari peternak saat harga merosot Rp 11 ribu per kilogram. "Kami beli Rp 16 ribu saat itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.