Jokowi Atau Prabowo Pemenangnya, Asing Beli Saham Setelah Pilpres

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi menghadiri kampanye di Depok, Kamis, 11 April 2019. Jokowi mengklaim bahwa elektabilitasnya di Kota Depok sudah seimbang dengan lawannya, Prabowo Subianto berdasarkan hasil survey. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Pendukung Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi menghadiri kampanye di Depok, Kamis, 11 April 2019. Jokowi mengklaim bahwa elektabilitasnya di Kota Depok sudah seimbang dengan lawannya, Prabowo Subianto berdasarkan hasil survey. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Insutute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan investor asing akan kembali aktif atau tancap gas di pasar saham setelah Pemilu 2019.

    Baca juga: Usai Debat Pilpres Pamungkas, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

    “Nanti setelah Pilpres investor asing akan ‘tancap gas’ lagi, akan masuk karena bagaimanapun kita tetap pasar yang prospektif tumbuhnya di atas lima persen,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira kepada Antara di Jakarta, Rabu.

    Bhima menjelaskan menjelang Pilpres 2019, investor asing sementara cenderung untuk menghindari beli bersih saham (nett buy) dan cenderung jual bersih saham (nett sell).

    Dia menyebutkan selama seminggu terakhir “nett sell” dari investor asing mencapai Rp 1,06 triliun dan diproyeksikan pekan depan kegiatan beli saham sudah mulai bergeliat kembali.

    “IHSG trennya bagus, positif naik. Asing itu melakukan penjualan bersih saham sepekan terakhir cukup besar, investor asing cukup sensitif terhadap isu-isu Pemilu, mereka lebih menahan diri, siapapun yang menang bukan itu masalahya tapi ke arah ‘behaviour’ asing aja yang sedikit menghindar sementara,” katanya.

    Geliat investor asing akan kembali muncul, menurut dia, juga karena dari sisi demografi di Indonesia banyak usia produktif.

    “Ini pasar yang masih bagus, kalau kita lihat kecenderungan ekonomi global sedang melemah, banyak dana asing negara larinya ke ‘emerging market’, salah satunya Indonesia,” katanya.

    Sebagai informasi, pada periode Pemilu 2019 ini, indeks harga saham gabungan menguat tipis 0,08 persen selama dua pekan terakhir, dibandingkan dengan Pemilu 2014 yang naik signifikan hingga 22,3 persen, Pemilu 2009 meroket hingga 87 persen dan Pemilu 2004 naik 44,6 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.