Penyebab Jumlah Penumpang Kereta Turun Sepanjang Februari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu rangkaian kereta paska kecelakaan KRL, di Stasiun Cilebut , Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB dengan menggunakan satu jalur bergantian. ANTARA

    Sejumlah penumpang menunggu rangkaian kereta paska kecelakaan KRL, di Stasiun Cilebut , Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB dengan menggunakan satu jalur bergantian. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang kereta api orang sepanjang Februari turun. Dibanding bulan sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pertumbuhan penumpang kereta api merosot 14,10 persen atau 30 juta orang secara month to month atau m to m. 

    Baca juga: Uji Coba Jalur Rel Ganda, Perjalanan Kereta Terlambat

     
    Kepala BPS Suharyanto mengatakan pergerakan penumpang Februari lebih kecil lantaran selisih hari. “Jumlah hari pada Februari lebih kecil dari bulan Januari,” ujar Suharyanto dalam pemaparannya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019. 
     
    Jumlah hari ini, menurut dia, berdampak besar bagi pergerakan penumpang untuk kereta api jenis komuter atau kereta rel listrik. Sedangkan penurunan jumlah penumpang untuk kereta api jarak jauh terjadi lantaran saat ini Indonesia tengah memasuki masa sepi pengunjung atau low season. 
     
    Data BPS menunjukkan, persentase penurunan penumpang terbesar terjadi untuk kereta Sumatera. Jumlah penumpang kereta Sumatera merosot hingga 34,06 persen selama Februari.

    Sementara itu, penumpang di kereta Jawa non-Jabodetabek alias kereta jarak jauh menurun sebanyak 33,84 persen. Sedangkan penurunan dengan jumlah terkecil terjadi di level kereta KRL, yakni hanya 8,87 persen. 

     
    Secara kumulatif atau c to c, BPS menjelaskan, penumpang kereta api selama Januari hingga Februari 2019 mencapai 65,3 juta. Angka tersebut juga terhitung menurun 0,1 persen ketimbang periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan secara year on year, pertumbuhan jumlah penumpang kereta api mengalami penurunan 14,1 persen. 
     
    Penurunan yang sama juga terjadi untuk angkutan kereta barang. Pada Februari 2019, jumlah barang yang diangkut KAI seberat 3,8 juta ton atau menurun 12,29 persen ketimbang Januari. Penurunan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera. Masing-masing mengalami kemerosotan 21,56 persen dan 8,52 persen. 
     
    Adapun untuk tren pertumbuhan year to year, total angkutan kereta barang justru naik sebesar 6,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi di wilayah Sumatera sebesar 10,74 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.