Vokasi Industri, 2.000 Guru SMK Dikirim Magang Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani menyaksikan penandatangan nota kesepakatan bersama Menperin Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Ristekdikti Mohammad Nasir, serta Mendikbud Muhadjir Effendy di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 29 November 2016. Penandatangan tersebut dalam rangka pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetenasi yang 'link and match' dengan industri. TEMPO/Amston Probel

    Menko PMK Puan Maharani menyaksikan penandatangan nota kesepakatan bersama Menperin Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Ristekdikti Mohammad Nasir, serta Mendikbud Muhadjir Effendy di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 29 November 2016. Penandatangan tersebut dalam rangka pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetenasi yang 'link and match' dengan industri. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Sukabumi - Kementerian Perindustrian tahun ini akan mengirim 2.000 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk magang di industri, untuk kualitas pendidikan vokasi industri.

    Baca juga: Siswa Tak Lolos Program Sarjana, Ada Vokasi dan Terapan

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi, dan Elektronika Kemenperin Harjanto memaparkan bahwa sebanyak 1.941 guru telah dikirim untuk pelatihan di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kompetensi teknis mereka.

    "Kami targetkan dapat memberikan pelatihan dan magang di industri kepada 2.000 guru SMK pada tahun ini," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi, dan Elektronika Kemenperin Harjanto di sela kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Sukabumi, Senin, 18 Maret 2019.

    Airlangga mengatakan telah ada 2.604 SMK yang dimintakan menjadi peserta program link and match dengan 885 industri dengan total perjanjian kerja sama sejumlah 4.917.

    Kementerian, ujarnya, memproyeksi telah menggandeng lebih dari 400 ribu siswa SMK di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi sejak 2017.

    Berdasar situs resmi Data SMK, terdapat 14.218 SMK dengan lebih dari 5 juta siswa. Dengan kata lain, kementerian baru memfasilitasi 18,31 persen dari total SMK untuk bekerja sama dengan industri dan menyerap sekitar 8 persen siswa sebagai tenaga kerja.

    Baca berita vokasi lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.