Jokowi Minta Menteri Rini Kaji Pemberian Lahan bagi Karyawan PTPN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menemui para peserta aksi demo di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2018. Para pekerja Pertamina melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN terkait dengan rencana Pertamina jual aset. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menemui para peserta aksi demo di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2018. Para pekerja Pertamina melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN terkait dengan rencana Pertamina jual aset. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk mengkaji pemberian lahan seluas 1.000 meter persegi bagi karyawan PT Perkebunan Nusantara. Karyawan yang akan diberi lahan tersebut harus sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. 

    Baca: Pertemuan Jokowi - Bos Freeport, Luhut: Tidak Ada Diam - diam

    "Bapak Presiden meminta kepada saya untuk melihat bagaimana bila karyawan-karyawan dari perkebunan ini, yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas bisa mendapatkan lahan 1.000 meter persegi," kata Rini di Istana Merdeka, Kamis, 21 Februari 2019.

    Permintaan ini disampaikan usai Menteri Rini mendampingi anggota serikat pekerja PTPN I hingga PTPN XIV bertemu dengan Presiden Jokowi. Anggota serikat pekerja tersebut tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN).

    Rini Soemarno menuturkan, Jokowi ingin PTPN memperhatikan karyawannya karena masih mendengar ada yang belum sejahtera. Dengan diberikannya lahan seluas 1.000 meter persegi bagi yang mengabdi lebih dari 10 tahun, para karyawan PTN diharapkan bisa mendapatkan ketenangan, memiliki rumah permanen, dan punya komitmen tinggi untuk menjaga perkebunan.

    "Bapak memberikan pesan bahwa Perkebunan Nusantara sangat besar uni harus dijaga betul untuk bisa dikembangkan. Sehingga Perkebunan Nusantara bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawan maupun sekeliling, masyarakat sekelilingnya, dan juga negara," kata Rini.

    Sebelumnya perwakilan karyawan PTPN ini diterima di Istana Merdeka atas undangan setelah Presiden Jokowi tak bisa menghadiri pembukaan lokakarya FSBUN di Hotel Grand Sahid Jakarta. Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara Wahyu Kuncoro dan Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan.

    Selain menyampaikan amanat kajian soal pemberian lahan itu, Rini mengatakan bahwa Jokowi mengingatkan Perkebunan Nusantara untuk memperhatikan persoalan karyawannya. "Pesan Presiden bahwa Perkebunan Nusantara ini sangat besar, ini harus dijaga betul untuk dikembangkan sehingga Perkebunan Nusantara itu bisa memberikan kesejahteraan karyawan, masyarakat sekelilingnya dan juga negara," katanya.

    Baca: Freeport Tanggapi Cerita Pertemuan Jokowi dan James Moffett

    Jokowi juga meminta PTPN mengelola keuntungan dengan baik dan masuk ke produk-produk hilir. Hal ini dilakukan supaya perusahaan bisa mendapat nilai tambah dan keuntungan lebih banyak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.